Ilmu dan Amal

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika  tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak  menyampaikan amanat-Nya. 
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.  QS.Al-Maaidah [5] : 67
Sabda Baginda Rasulullah SAW, "Sampaikanlah dariku,  walaupun hanya satu ayat."
Petikan Minda :
Miskin harta tidak mengapa,
tapi jangan miskin idea dan jiwa.
Miskin idea buntu di dalam kehidupan.

Miskin jiwa mudah kecewa dan derita

akhirnya putus asa yang sangat berdosa.

ASSALLAMUALAIKUM W.B.T

Saturday, August 3, 2013

Hidup bermula umur 40?

Beringat sebelum tua...
Al-Qur'an Menyebut Umur 40 Tahun

Allah memberi perhatian khusus tentang angka 40 ini:

“Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya berserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah dia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah dia dengan berkata: Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya akutetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai; danjadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu/berserah diri).”
(Al-Ahqaf [ 46 ] : 15)

Ayat ini menyatakan umur 40, iaitu umur yang matang. Ini kemuncak umur keIslamannya. Syaratnya dia mulai daripada sejak dia baligh lagi. Kebanyakkan ulama’ bersungguh-sungguh dalam beribadah mengurangi tidurnya, ketika mencecah usia ini.


Dalam ayat ini juga Allah berpesan supaya;

1. Berbakti kepada kedua ibu-bapa (ada ayat lain dalam surah al-Isra’ dan Luqman) kerana jika dia sudah 40 tahun pasti ibu-bapanya sudah melepasi 60 tahun, umur yang memerlukan banyak bantuan.
2. Mensyukuri nikmat iaitu dengan beramal soleh yang diredhaiNya (menjadikan semua nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk beramal soleh)
3. Bertaubat dan berserah diri, maksudnya tidak mahu lagi buat maksiat dan menyedari kita adalah hak Allah dan akan kembali kepadaNya. Maknanya apabila sudah mencapai umur 40 tahun sudah tidak ada dosa, sudah capai puncak keIslaman dan berjaya mendidik putera dan puterinya.

Biasa kita dengar pendapat Helen Rowland “Life Began at Forty?”. Semua ni tidak benar sepatutnya inilah masa penanda aras menentukan sama ada kita ke syurga atau neraka. Barat memperdayakan dengan fakta umur.Lihatlah bagaimana mereka cuba meresapkan ideology untuk memperdayakan Islam. Kita pulak tersenyum dan bangga bila menerimanya. Kononnya kita mengikut arus kemodenan ideology. Tapi lebih nyata kalau kita terima istilah orang tua- tua dulu menyatakan “Rumah Kata Pergi, Kubur Kata Mari “

“Jika sampai umur 40 tahun dan tidak ambil tahu langsung tentang asal kejadiannya, dan kewajibannya dan tidak mahu bertaubat, maka Syaitan akan mengusap dahinya dan gembira dia kerana orang ini tidak ada gunanya di dunia dan di akhirat”.


“Seseorang hamba yang muslim itu, apabila sampai 40 tahun Allah ringankan hisabnya, apabila sampai 60 tahun Allah anugerahkan kepadanya rezeki suka kembali kepadaNya (banyak bertaubat), apabila sampai 70 tahun Allah jadikan dia dikasihi oleh ahli langit, apabila sampai 80 tahun Allah teguhkan hasanahnya dan Allah hapuskan sayyi’ahnya (kejahatannya), dan apabila sampai 90 tahun Allah ampunkan apa yang terdahulu dan yang terkemudian daripada dosa-dosanya, Allah izinkan dia memberi syafa’at kepada ahli rumahnya dan dituliskan namanya di langit sebagai tawanan Allah yang berada di bumi”.Riwayatal-Hafidzal-Musili

Al-Alusi, pengarang kitab tafsir Ruh al-Ma’ani berkata, telah disebut oleh bukan seorang bahawa manusia itu apabila telah mencapai umur ini, akhlaknya telah begitu kuat bertapak pada dirinya, hampir-hampir tidak akan dapat dihilangkan lagi selepas itu. Beliau membawakan sepotong hadis tanpa menyebut perawinya. Hadis itu bermaksud: “Sesungguhnya syaitan mengheretkan tangannya di atas muka orang yang mencapai umur 40 tahun dan tidak bertaubat sambil berkata, “demi bapaku, wajah yang tidak akan berjaya.”

Selain itu beliau membawakan satu Hadis yang dikeluarkan oleh Abu al-Fath al-Azadi daripada Ibn Abbas r.a. bermaksud: “Sesiapa yang menjangkau usia 40 tahun, tetapi kebaikannya tidak mengalahkan kejahatannya, maka bersiap sedialah dia untuk ke neraka!”

Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi adalah seorang laki-laki yang shalih, cerdas, sabar, murah hati, berwibawa dan terhormat. Ia berkata, "manusia yang paling sempurna akal dan pikirannya adalah apabila telah mencapai usia 40 tahun. Itu adalah usia, di mana pada usia tersebut Allah Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan fikiran manusia akan sangat jernih pada waktu sahur." (Lihat: al-Wafyat A'yan, Ibnu Khalkan: 2/245)

Keistimewaan Umur 40 Tahun

Sebahagian orang menyebut, umur empat puluh tahun penuh teka-teki dan penuh misteri. Sehingga terbit sebuah buku berjudul, "Misteri Umur 40 tahun" yang diterbitkan pustaka al-tibyan – Solo, diterjemahkan dari buku berbahasa Arab, Ya Ibna al-Arba'in, oleh Ali bin Sa'id bin Da'jam.

Seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun berarti akalnya sudah sampai pada tingkat kematangan berfikir serta sudah mencapai kesempurnaan kedewasaan dan budi pekerti. Sehingga secara umum, tidak akan berubah keadaan seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun.


Al-Tsa'labi rahimahullah berkata, "Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun karena ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya."

Ibrahim al-Nakhai rahimahullah berkata, "Mereka berkata bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya." (Lihat: al-Thabaqat al-Kubra: 6/277)


Allah Ta'ala telah mengangkat para nabi dan Rasul-Nya, kebanyakan, pada usia 40 tahun, seperti kenabian dan kerasulan Muhammad, Nabi Musa, dan lainnya 'alaihim al-Shalatu wa al-Sallam. Meskipun ada pengecualian sebagian dari mereka.

Imam al-Syaukani rahimahullah berkata, "Para ahli tafsir berkata bahwa Allah Ta'ala tidak mengutus seorang Nabi kecuali jika telah mencapai umur 40 tahun." (Tafsir Fathul Qadir: 5/18)

Dengan demikian, usia 40 tahun memiliki kekhususan tersendiri. Pada umumnya, usia 40 tahun adalah usia yang tidak dianggap biasa, tetapi memiliki nilai lebih dan khusus.

Memperbaharui Taubat

Usia 40 tahun haruslah menjadi titik tolak dan perbaharuan taubat penyesalan seseorang atas dosa-dosa dan kufur nikmat selama hidupnya. Karena pada usia ini benar-benar telah merasakan banyaknya nikmat dan tidak sebandingnya rasa syukur terhadapnya. Maka pengakuan dosa pasti akan mengalir dari orang yang mau merenungkan masa lampaunya, sehingga dari itu lahir penyesalan, tumbuh istighfar dan taubat kepada Allah.

" Wahai Allah , Tuhan kami , tunjukilah kami untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami dan kepada ibu bapak kami dan karuniakan kami untuk dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai .. berilah kebaikan kepada kami dan anak cucu kami .. Sesungguhnya kami bertobat kepada MU dan sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang berserah diri."

" Wahai Allah, Tuhan kami , bantulah kami untuk berdzikir, bersyuku dan memperbaiki ibadah-ibadah kami kepada-Mu."

Marilah kita bersama-sama berdoa agar sisa-sisa umur kita ini dihabiskan dengan perkara yang bermanfaat, dalam redha Allah. Kita Cuma harapkan rahmat dan keampunan Allah Ta’ala.

Rasulullah saw bersabda, “Tak akan berganjak kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara, iaitu tentang umurnya, dihabiskan untuk apa; tentang masa mudanya, dipergunakan untuk apa; tentang hartanya, dari mana diperolehinya dan untuk apa dibelanjakan; dan tentang ilmunya, apakah sudah diamalkan”.(HRTirmidzi).

Usia lanjut juga merupakan sebuah keistimewaan. Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw menyampaikan firman Allah SWT, “Demi kemuliaan-Ku, keagungan-Ku, dan keperluan hamba-Ku kepada-Ku, sesungguhnya Aku merasa malu menyiksa hamba-Ku, baik laki-laki mahupun perempuan, yang telah beruban kerana tua dalam keadaan muslim“. Dalam hadits lain beliau bersabda, “Sebaik-baik di antara kalian ialah orang yang panjang umurnya dan baik pula amalannya”. (HR At-Tirmidzi).

Sekian, mudah-mudahanan memberi manfaat.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...