Ilmu dan Amal

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika  tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak  menyampaikan amanat-Nya. 
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.  QS.Al-Maaidah [5] : 67
Sabda Baginda Rasulullah SAW, "Sampaikanlah dariku,  walaupun hanya satu ayat."
Petikan Minda :
Miskin harta tidak mengapa,
tapi jangan miskin idea dan jiwa.
Miskin idea buntu di dalam kehidupan.

Miskin jiwa mudah kecewa dan derita

akhirnya putus asa yang sangat berdosa.

ASSALLAMUALAIKUM W.B.T

Friday, May 17, 2013

Pemimpin yang membawa azab



Syaikul Islam Imam al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin pernah memberikan nasihat tentang cara berinteraksi dengan pemimpin yang zalim. 

"Jangan bergaul dengan para pemimpin dan pembesar yang zalim, bahkan jangan menemuinya. Berjumpa dan bergaul dengan mereka hanya membawa petaka. Dan sekiranya kamu terpaksa bertemu, jangan memuji-muji mereka, kerana Allah sangat murka ketika orang fasik dan zalim dipuji. Dan barangsiapa mendoakan mereka panjang umur, maka sesungguhnya dia suka agar Allah didurhakai di muka bumi. "

Tidak hanya tentang pertemuan, bahkan Imam al Ghazail mengeluarkan larangan menerima pemberian dari penguasa yang zalim. 

"Jangan menerima apa-apa pemberian dari golongan pembesar, meski kamu tahu pemberian itu berpunca dari yang halal. Sebab, sikap tamak mereka akan merosakkan agama. Pemberian itu akan menimbulkan rasa simpati (jika diterima). Lalu kamu akan mula menjaga kepentingannya mereka dan berdiam diri atas kezaliman yang mereka lakukan. Dan itu semua telah merosakkan agama. "

Peringatan susulan juga diungkapkan. Sekecil-kecilnya mudharat ketika seseorang menerima hadiah dari penguasa adalah, akan muncul rasa saya terhadap mereka. "Seterusnya kami akan mendoakan mereka kekal dan lama di atas kedudukannya. Mengharapkan orang yang zalim lama berkuasa sama seperti mengharapkan kezaliman berpanjangan atas hamba-hamba Allah dan alam akan musnah binasa. "

Jika sudah demikian, Imam al Ghazali mengajukan soalan yang luar biasa menyeramkan. "Apalagi yang lebih buruk dibanding dengan kerosakan agama?"

Setiap penguasa, selalu mempunyai kemungkinan untuk berbuat zalim, kecuali penguasa yang beriman kepada Allah, berteman dan dikeliling orang-orang yang beriman pula. Mereka saling mengingatkan dan memberi nasihat, hanya demi kebaikan, dan bukan untuk kepentingan.

Tapi ketika seorang penguasa dikelilingi orang-orang yang busuk dan jahat, maka kezaliman hanya tinggal menunggu masa untuk dirasakan. Dan ketika semua itu terjadi, kerosakan akan bermaharajalela, kehancuran di depan mata, menggelincirkan manusia dari jalan kebenaran dan menjadikan kesesatan sebagai panutan. Kerana itu, pemimpin yang zalim masuk menjadi salah satu golongan yang paling dibenci oleh Allah SWT.

Rasulullah bersabda, "Ada empat golongan yang paling Allah benci. Peniaga yang banyak bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua yang berzina, dan seorang pemimpin (penguasa) yang zalim." (HR. An-Nasai)

Bahkan, Rasulullah memberikan penegasan sanksi atas para pemimpin yang zalim. Dalam Shahih Bukhari Muslim disebutkan, Rasulullah bersabda, "Tidaklah ada seseorang hamba yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin, kemudian pada saat matinya dia berada dalam (keadaan) melakukan penipuan terhadap rakyatnya, kecuali akan diharamkan atasnya untuk masuk syurga."

Alangkah ruginya para pemimpin seperti ini. Dan alangkah malangnya umat dan rakyat yang mendapat pemimpin seperti ini. Ketika seorang pemimpin zalim berkuasa, maka yang bertanggung jawab bukan hanya para pelaku kekuasaan; raja, maharaja, presiden bahkan gabenor dan kepala desa. Umat ​​dan rakyat pun akan bertanggung jawab memikul beban penguasa yang zalim.

Ibnu Taimiyyah dalam karyanya Siyasah Syari'iyah mengutip sebuah hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. "Barangsiapa yang mengangkat seseorang (pemimpin) untuk mengurusi perkara kaum Muslimin sementara dia mendapati ada seseorang yang lebih layak daripada orang yang diangkatnya, maka dia telah berkhianat pada Allah SWT dan Rasul-Nya."

Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari sahabat Jabir ra, Rasulullah juga menegaskan bahawa mereka yeng memilih pemimpin dengan pamrih duniawi maka Allah tidak akan menyapa orang-orang seperti ini di akhirat nanti.

"Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak dilihat dan tidak akan disucikan, dan bagi mereka azab yang pedih. Mereka adalah; Orang yang mempunyai kelebihan air di padang pasir namun tidak mau memberikannya kepada orang yang berada di tengah perjalanan; orang yang menawarkan barang dagangan kepada orang lain setelah Ashar, lalu ia bersumpah dengan nama Allah bahawa ia telah membelinya sekian dan sekian sehingga lawannya mempercayainya, padahal sebenarnya tidaklah demikian; dan seseorang yang mengikrarkan kepatuhannya kecuali untuk kepentingan dunia (harta), bila sang pemimpin memberinya ia akan patuh dan bila tidak memberinya ia tidak akan mematuhinya. "

Jauh-jauh hari, sesungguhnya Allah telah melakukan perlindungan agar kita tidak mempunyai kecenderungan hati pada orang-orang yang zalim. Sebab, kecenderungan itu akan mengantarkan kita pada azab yang pedih.

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS Hud [11]: 113)

Sungguh, seorang pemimpin sejatinya adalah sebuah perisai yang melindungi rakyatnya. Seperti sabda Rasulullah, "Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya. "(HR Muslim)

Pemimpin dan yang dipimpin adalah mata rantai yang tidak boleh dipisahkan. Pemimpin lahir dari dan terpilih oleh orang-orang yang akan dipimpin. Ketika seorang pemimpin bersalah, maka bersalah pula mereka yang memilihnya. Ketika seorang pemimpin berbuat zalim, maka mereka yang memilih juga akan menanggung akibatnya.

Sungguh bukan pekerjaan ringan untuk menjaga dan menghalang-halangi para pemimpin agar tidak berbuat zalim. Orang-orang yang dipimpin harus menjaga para pemimpin dengan cara memastikan bahawa ketua negara melakukan kewajiban-kewajiban besarnya. Kewajiban pemimpin negara adalah menegakkan keadilan, memberantas kezaliman, melaksanakan undang-undang syariat, dan bahkan kewajiban personal untuk tidak melakukan maksiat.

Umar bin Khattab ra lebih tegas lagi mengatakan, tugas seorang pemimpin adalah menjaga agama. "Pemimpin di angkat untuk menegakkan agama Allah," kata Umar bin Khattab.

Jika kita mampu menjaga para pemimpin yang terpilih, menjadi para pemimpin yang menegakkan agama Allah, menjaga akidah umatnya, memberantas kezaliman dan melaksanakan syariat, sungguh negeri ini ibarat potongan syurga di dunia. Apalagi Rasulullah bersabda bahawa menasihati para pemimpin untuk taat pada Allah, adalah salah satu perilaku yang mengundang ridha-Nya. "Sesungguhnya Allah redha terhadap tiga perkara dan membenci tiga perkara. Dia rela apabila kalian menyembah-Nya, berpegang tegug pada tali-Nya dan menasihati para pemimpin. Dan Allah membenci pembicaraan sia-sia, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya. "

Ada beberapa perkara yang membuat pemimpin tergelincir pada perilaku zalim. Yang paling berbahaya adalah, ketika seorang pemimpin menuruti hawa nafsu dan mengejar kesenangan dunia. Kemudian, kolusi dan nepotisme yang tidak sesuai dengan peraturan kebenaran. Para penasihat yang buruk dan teman yang jahil, juga mampu menggelincirkan para pemimpin. Jika orang-orang yang lemah dan kaum kuffar dijadikan sebagai pembantu, kehancuran tinggal menunggu waktu. Rela dan mudah terpengaruh pada tekanan antarabangsa, juga menjadi penyebab pemimpin berlaku zalim.

Tugas umat, belum lagi selesai. Setelah terpilih, para pemimpin harus terjaga. Jika tidak, kita juga yang akan merasakan azab dan akibatnya. Sebab, keadilan seorang pemimpin adalah penawar dahaga bagi umatnya dan lebih utama dari ibadah ritual yang dilakukannya. "Keadilan seorang pemimpin walaupun sesaat jauh lebih baik daripada tujuh puluh tahun," demikian sabda Rasulullah. (HR Thabrani)

Tapi jika yang terjadi justru sebaliknya, maka sungguh keadaan yang akan menimpa."Yang aku takuti pada umatku adalah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan," sabda Rasulullah. (HR Dawud)

Jika pemimpin-pemimpin sesat telah memimpin, maka manusia akan berada pada penyelasan yang tiada tara seperti yang digambarkan Allah dalam firman-Nya. "Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata:" Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. " (QS al Ahzab [33]: 66)

Dan ketika kita sampai pada tahap itu, penyesalan paling besar pun tidak akan bermakna. Semoga kita adalah umat yang terbaik, dengan pemimpin-pemimpin yang soleh dan muslih. Bukan sebaliknya, umat yang dipimpin para penguasa yang zalim dan bathil. Semoga pemimpin kita tidak seperti pepatah, tongkat yang membawa rebah!

Monday, May 13, 2013

Pendakwah Kristian yang mendapat hidayah Allah


Dr. Gary Miller merupakan seorang pendakwah yang sangat aktif dan sangat berpengetahuan tentang kitab  Bibble. Dia mempunyai pengetahuan akan ilmu matematik yang bagus, itulah sebabnya dia suka berfikiran logik. Pada suatu hari, beliau memutuskan untuk membaca al-Quran untuk cuba mencari apa-apa kesilapan yang boleh dicari untuk dijadikan asbab untuk mengajak umat Islam untuk menukar keimanan kepada agama Kristian. Beliau menjangka Al-Quran untuk menjadi sebuah buku lama bertulis 14 abad yang lalu, sebuah buku yang bercakap tentang padang pasir dan sebagainya. Beliau kagum daripada apa yang dia dijumpai.


Dr. Gary Miller menemukan bahawa Al-Quran ini mempunyai sesuatu apa yang kitab-kitab lain tidak punyai di dunia ini. Beliau menjangkakan untuk mencari cerita-cerita tentang masa yang sukar Nabi Muhammad (saw) telah hadapi, seperti kematian Khadijah isteri baginda atau kematian anak-anak baginda. Walau bagaimanapun, beliau tidak menjumpai apa-apa seperti itu dan apa yang membuat Dr. Gary lebih keliru adalah bahawa dia  menemukan  surah di dalam Al-Quran yang dinamakan "Mary" ( Surah Al-Maryam ) yang mengandungi banyak berkenaan dengan Maryam yang tidak ada walaupun di dalam Kitab yang ditulis oleh orang Kristian atau di dalam Bible. Dia tidak menjumpai surah dinamakan sempena "Fatimah" (anak nabi) atau "Aishah" (isteri Rasulullah saw), Beliau juga mendapati bahawa nama Isa (a.s) juga telah disebut di dalam Al-Quran 25 kali manakala nama "Muhammad" (saw) hanya disebut sebanyak 4 kali sahaja, dan ini membuat Dr.Gary menjadi lebih keliru. Dia mula membaca Al-Quran dengan lebih teliti dengan harapan untuk mencari kesilapan tetapi dia terkejut apabila dia membaca ayat yang Agung  ayat ke 82 dalam Surah Al-Nisa'a (Wanita) yang bermaksud:

“…Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? Kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan yang banyak didalamnya…”

( An Nisa : 82 )

Dr Miller berkata tentang ayat ini:

 "…Salah satu prinsip saintifik yang terbaik adalah prinsip mencari kesilapan atau mencari kesilapan didalam teori sehingga ia terbukti benar (Ujian Pemalsuan). Apa yang menakjubkan ialah Al-Quran meminta orang Islam dan bukan Islam untuk cuba mencari kesalahan dalam buku ini dan ia memberitahu mereka bahawa mereka tidak akan menjumpai kesilapannya di mana-mana ... “

Beliau juga berkata tentang ayat ini:
 
"…Tidak ada penulis di dunia mempunyai keberanian untuk menulis buku dan mengatakan bahawa ia adalah sifar dari kesilapan, tetapi al-Quran, sebaliknya, memberitahu kita semua bahawa Ia tidak mempunyai kesalahan dan meminta kita untuk mencuba untuk mencari dan pasti kita tidak akan menjumpainya…”

Satu lagi ayat yang ditunjukkan untuk masa yang panjang adalah ayat 30 dalam Surah "Al-Anbiya '(Nabi-nabi):

“..Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman?..”

( Al-Anbiya : 30 )

Dia berkata: "Ayat ini merupakan teras utama penyelidikan saintifik yang memenangi Hadiah Noble pada tahun 1973 mengenai teori" Great Explosion ". Menurut teori ini, alam semesta adalah hasil daripada suatu letupan yang besar yang membawa kepada pembentukan alam semesta yang mempunyai langit dan planet-planet

Dr Miller berkata: "Sekarang kita sampai kepada apa yang menakjubkan tentang Nabi Muhammad (SAW) dan ura-ura mengenai sang syaitan membantunya dalam menghasilkan Al-Quran, Allah swt berfirman..

“ Dan Al-Quran itu pula tidak sekali-kali dibawa turun oleh Syaitan-syaitan.  Dan tidak layak bagi Syaitan-syaitan itu berbuat demikian, dan mereka juga tidak akan dapat melakukannya. Sesungguhnya mereka dihalang sama sekali daripada mendengar wahyu yang dibawa oleh Malaikat “

( Asy-Syura: 210-212 )

Oleh itu, apabila engkau membaca Al-Quran, maka hendaklah engkau (terlebih dahulu) memohon perlindungan kepada Allah dari hasutan Syaitan yang kena rejam.

( An-Nahl :98)



Tidakkah anda melihat? Adakah ini caranya syaitan menulis sesebuah kitab? Bagaimana Baginda boleh menulis Al Quran kemudian memberitahu ummatnya untuk meminta kepada Tuhan untuk perlindungan dari syaitan sebelum membaca Al Quran? Ini adalah ayat-ayat ajaib dalam kitab yang ajaib! dan Ia mempunyai jawapan yang logik untuk orang-orang yang berfikir secara sambilewa bahawa Ia adalah dari 
syaitan .."

Dan di antara cerita-cerita yang membuatkan kekaguman Dr Miller adalah kisah Nabi (SAW) dengan Abu Lahab. Dr Miller berkata:

 " …Dia (Abu Lahab) yang sangat membenci  Islam akan pergi kepada Nabi di mana sahaja Baginda pergi untuk memalukan baginda. Jika dia melihat  Nabi bercakap dengan orang yang tidak dikenali, dia akan menunggu sehingga baginda selesai dan kemudian bertanya kepada mereka: Apa yang Muhammad memberitahu anda? Jika baginda berkata ia putih maka ia adalah hitam dan jika beliau berkata ia adalah malam maka ia adalah siang. Dia bertujuan untuk memalsukan semua apa yang Nabi kata dan untuk membuat orang yang curiga kepada baginda. Dan 10 tahun sebelum kematian Abu Lahab, sebuah surah telah diilhamkan kepada Nabi, yang dinamakan "Al-Masad". Surah ini menceritakan bahawa Abu Lahab akan masuk neraka, dalam erti kata lain, Ia mengatakan bahawa Abu Lahab tidak akan memeluk agama Islam. 

Selama 10 tahun, Abu Lahab boleh berkata: "Muhammad mengatakan bahawa saya tidak akan menjadi seorang Muslim dan saya akan pergi ke neraka, tetapi saya memberitahu anda sekarang bahawa saya mahu menukar kepada Islam dan menjadi seorang Muslim. Apa yang anda fikir mengenai Muhammad ini? Adakah dia( baginda s.a.w )mengatakan kebenaran atau tidak? Adakah surah ini datang dari Allah? ". Tetapi Abu Lahab tidak berbuat demikian ( memeluk Islam ) walaupun dia mengingkari Nabi di dalam semua perkara, tetapi tidak dalam perkara ini ( kekafiran Abu Lahab di dalam surah Al Masad ).  Dalam erti kata lain, baginda telah memberi Abu Lahab peluang untuk membuktikan baginda salah! Tetapi Abu Lahab tidak melakukan apa-apa sepanjang 10 tahun!

Dia tidak memeluk agama Islam dan tidak juga berpura-pura menjadi seorang Muslim! Sepanjang 10 tahun, dia mempunyai peluang untuk menghancurkan Islam dalam satu minit! Tetapi ini tidak berlaku kerana ini(Al Quran) bukanlah kata-kata Muhammad (SAW), tetapi kata-kata Tuhan yang Mengetahui apa yang tersembunyi dan Mengetahui bahawa Abu Lahab tidak akan menjadi seorang Muslim.

“Binasalah kedua-dua tangan Abu lahab, dan binasalah ia bersama! Hartanya dan segala yang diusahakannya, tidak dapat menolongnya. Ia akan menderita bakaran api neraka yang marak menjulang Dan juga isterinya, seorang perempuan pemunggah kayu api. Di lehernya sejenis tali, dari tali-tali yang dipintal “

( Al Masad: 1-5 )

Dr Miller berkata tentang ayat yang membuatkan dia kagum kepada Al Quran
“.. Salah satu keajaiban dalam Al-Quran adalah sesuatu yang mencabar masa depan dengan perkara-perkara yang manusia tidak boleh ramalkan dan "Ujian Pemalsuan" digunakan , ujian ini terdiri daripada mencari kesilapan sehingga perkara yang sedang diuji terbukti betul. Sebagai contoh, mari kita lihat apa kata al-Quran mengenai hubungan antara orang Islam dan Yahudi. Al-Quran mengatakan bahawa orang Yahudi adalah musuh utama bagi umat Islam dan ini adalah benar. Sehingga kini ,musuh utama umat Islam adalah orang-orang Yahudi.

Dr Miller meneruskan:
“.. Ini dianggap satu cabaran yang besar kerana orang-orang Yahudi mempunyai peluang untuk merosakkan Islam hanya dengan bergaul dengan orang Islam dengan cara yang mesra untuk beberapa tahun dan kemudian berkata: di sini kita bergaul dengan anda sebagai kawan dan Al-Quran mengatakan bahawa kita adalah musuh,Al-Quran ini salah! Tetapi ini tidak berlaku pada 1400 tahun! dan ia tidak akan berlaku kerana ini adalah firman dari Tuhan Yang Esa yang Maha Mengetahui bukannya kata-kata manusia.

Dr Miller meneruskan: 
“..Bolehkah anda melihat bagaimana ayat yang menceritakan akan permusuhan antara orang Islam dan orang-orang Yahudi merupakan satu cabaran kepada minda manusia?..”

“..Demi sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan dapati manusia yang keras sekali permusuhannya kepada orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik dan demi sesungguhnya engkau akan dapati orang-orang yang dekat sekali kasih mesranya kepada orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Bahawa kami ini ialah orang-orang Nasrani”. Yang demikian itu, disebabkan ada di antara mereka pendeta-pendeta dan ahli-ahli ibadat, dan kerana mereka pula tidak berlaku sombong...."

"...Dan apabila mereka mendengar Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah (Muhammad s.a.w), engkau melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan apa yang mereka ketahui (melalui Kitab mereka) dari kebenaran (Al-Quran), sambil mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami beriman (kepada Nabi Muhammad dan Kitab Suci Al-Quran), oleh itu tetapkanlah kami bersama-sama orang-orang yang menjadi saksi (yang mengakui kebenaran Nabi Muhammad s.a.w). Dan tidak ada sebab bagi kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran (Al-Quran) yang sampai kepada kami, padahal kami ingin (dengan sepenuh-penuh harapan), supaya Tuhan kami memasukkan kami (ke dalam Syurga) bersama-sama orang-orang yang soleh..."

Ayat ini menyentuh hati Dr Miller kerana dia merupakan seorang Kristian tetapi apabila dia mengetahui kebenaran, dia beriman dan memeluk agama Islam lalu menjadi tumpuan . Semoga Allah merahmati beliau.

Dr Miller berkata tentang gaya unik al-Quran yang dia dapati adalah sangat indah. Tidak syak lagi ada sesuatu yang unik lagi mengagumkan di dalam al-Quran yang tidak wujud di mana-mana sahaja, kerana al-Quran memberikan anda maklumat khusus dan memberitahu anda bahawa anda sesuatu yang tidak anda ketahui. Sebagai contoh

Demikianlah dari berita¬-berita ghaib yang kami wahyukan kepada engkau (wahai Muhammad ), dan tidaklah engkau beserta mereka seketika mereka membuang undi tentang siapa diantara mereka yang akan mengasuh Maryam, dan tidak ada engkau di dekat mereka seketika mereka berbantah .
( Ali-Imran : 44 )

(Kisah Nabi Nuh) itu adalah dari perkara-perkara yang ghaib yang Kami wahikan kepadamu (wahai Muhammad), yang engkau dan kaum engkau tidak mengetahuinya sebelum ini. Oleh itu, bersabarlah. Sesungguhnya kesudahan yang baik (yang membawa kejayaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.
( Surah Hud: 49 )

(Kisah Nabi Yusuf) yang demikian ialah dari berita- berita yang ghaib yang Kami wahikan kepadamu (wahai Muhammad), sedang engkau tidak ada bersama-sama mereka semasa mereka sekata mengambil keputusan (hendak membuang Yusuf ke dalam perigi), dan semasa mereka menjalankan rancangan jahat (terhadapnya untuk membinasakannya).
(Surah Yusuf: 102 )

Dr Miller meneruskan: "Tidak ada kitab suci lain yang menggunakan kaedah ini, semua kitab-kitab yang lain terdiri daripada maklumat yang memberitahu anda di mana maklumat ini datang. Sebagai contoh, apabila Bible menceritakan kisah-kisah daripada negara-negara purba, Ia memberitahu anda bahawa raja ini tinggal di tempat ini dan seorang pemimpin yang berjuang dalam peperangan itu, dan bahawa orang tertentu mempunyai beberapa kanak-kanak dan nama-nama mereka. Tetapi buku ini (Bible) sentiasa memberitahu anda bahawa jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, anda boleh membaca buku tertentu kerana maklumat itu datang dari buku tertentu ".

Dr Garry Miller meneruskan: "Ini adalah bertentangan dengan Al-Quran yang memberi anda maklumat dan memberitahu anda bahawa ia adalah baru! Dan apa yang menakjubkan adalah orang-orang Mekah pada masa itu tidak pernah mendengar ayat-ayat ini dan ia menjadi cabaran bahawa isi di dalam ayat-ayat ini baru dan tidak diketahui oleh Muhammad (SAW) atau oleh orang-orang cerdik pandai ketika masa itu, dan walaupun demikian, mereka tidak pernah berkata:

“.. Kita tahu ini dan ia bukanlah sesuatu yang baru, dan mereka tidak mengatakan: Kita tahu dari mana Muhammad datang dengan ayat-ayat ini..”

Ini tidak pernah berlaku, tetapi apa yang berlaku adalah tiada siapa yang berani untuk mengatakan bahawa baginda telah berbohong kepada mereka kerana mereka meyakini ini ialah sesuatu yang baru, tidak datang dari minda manusia tetapi dari Allah yang Mengetahui yang Ghaib pada masa lalu, masa kini dan masa depan. 

Download Dr Gary Miller (Now Dr Abdul Ahad) work "The Amazing Quran" dari link ini http://www.thetruecall.com/downloads/AmazingQuran.pdf

Boleh baca dengan lebih lanjut ataupun dengarkan kuliahnya di..
http://www.discoveringislam.org/dr_gary_miller.htm

* jika berlaku kesilapan dalam pengalihan bahasa yang membawa kepada kekeliruan, boleh lah terus contact kepada fb ana , happy reading , May Allah swt bless you all :)
Dr. Gary Miller merupakan seorang pendakwah yang sangat aktif dan sangat berpengetahuan tentang kitab Bibble. Dia mempunyai pengetahuan akan ilmu matematik yang bagus, itulah sebabnya dia suka berfikiran logik. Pada suatu hari, beliau memutuskan untuk membaca al-Quran untuk cuba mencari apa-apa kesilapan yang boleh dicari untuk dijadikan asbab untuk mengajak umat Islam untuk menukar keimanan kepada agama Kristian. Beliau menjangka Al-Quran untuk menjadi sebuah buku lama bertulis 14 abad yang lalu, sebuah buku yang bercakap tentang padang pasir dan sebagainya. Beliau kagum daripada apa yang dia dijumpai.


Dr. Gary Miller menemukan bahawa Al-Quran ini mempunyai sesuatu apa yang kitab-kitab lain tidak punyai di dunia ini. Beliau menjangkakan untuk mencari cerita-cerita tentang masa yang sukar Nabi Muhammad (saw) telah hadapi, seperti kematian Khadijah isteri baginda atau kematian anak-anak baginda. Walau bagaimanapun, beliau tidak menjumpai apa-apa seperti itu dan apa yang membuat Dr. Gary lebih keliru adalah bahawa dia menemukan surah di dalam Al-Quran yang dinamakan "Mary" ( Surah Al-Maryam ) yang mengandungi banyak berkenaan dengan Maryam yang tidak ada walaupun di dalam Kitab yang ditulis oleh orang Kristian atau di dalam Bible. Dia tidak menjumpai surah dinamakan sempena "Fatimah" (anak nabi) atau "Aishah" (isteri Rasulullah saw), Beliau juga mendapati bahawa nama Isa (a.s) juga telah disebut di dalam Al-Quran 25 kali manakala nama "Muhammad" (saw) hanya disebut sebanyak 4 kali sahaja, dan ini membuat Dr.Gary menjadi lebih keliru. Dia mula membaca Al-Quran dengan lebih teliti dengan harapan untuk mencari kesilapan tetapi dia terkejut apabila dia membaca ayat yang Agung ayat ke 82 dalam Surah Al-Nisa'a (Wanita) yang bermaksud:

“…Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? Kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan yang banyak didalamnya…”

( An Nisa : 82 )

Dr Miller berkata tentang ayat ini:

"…Salah satu prinsip saintifik yang terbaik adalah prinsip mencari kesilapan atau mencari kesilapan didalam teori sehingga ia terbukti benar (Ujian Pemalsuan). Apa yang menakjubkan ialah Al-Quran meminta orang Islam dan bukan Islam untuk cuba mencari kesalahan dalam buku ini dan ia memberitahu mereka bahawa mereka tidak akan menjumpai kesilapannya di mana-mana ... “

Beliau juga berkata tentang ayat ini:

"…Tidak ada penulis di dunia mempunyai keberanian untuk menulis buku dan mengatakan bahawa ia adalah sifar dari kesilapan, tetapi al-Quran, sebaliknya, memberitahu kita semua bahawa Ia tidak mempunyai kesalahan dan meminta kita untuk mencuba untuk mencari dan pasti kita tidak akan menjumpainya…”

Satu lagi ayat yang ditunjukkan untuk masa yang panjang adalah ayat 30 dalam Surah "Al-Anbiya '(Nabi-nabi):

“..Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman?..”

( Al-Anbiya : 30 )

Dia berkata: "Ayat ini merupakan teras utama penyelidikan saintifik yang memenangi Hadiah Noble pada tahun 1973 mengenai teori" Great Explosion ". Menurut teori ini, alam semesta adalah hasil daripada suatu letupan yang besar yang membawa kepada pembentukan alam semesta yang mempunyai langit dan planet-planet

Dr Miller berkata: "Sekarang kita sampai kepada apa yang menakjubkan tentang Nabi Muhammad (SAW) dan ura-ura mengenai sang syaitan membantunya dalam menghasilkan Al-Quran, Allah swt berfirman..

“ Dan Al-Quran itu pula tidak sekali-kali dibawa turun oleh Syaitan-syaitan. Dan tidak layak bagi Syaitan-syaitan itu berbuat demikian, dan mereka juga tidak akan dapat melakukannya. Sesungguhnya mereka dihalang sama sekali daripada mendengar wahyu yang dibawa oleh Malaikat “

( Asy-Syura: 210-212 )

Oleh itu, apabila engkau membaca Al-Quran, maka hendaklah engkau (terlebih dahulu) memohon perlindungan kepada Allah dari hasutan Syaitan yang kena rejam.

( An-Nahl :98)



Tidakkah anda melihat? Adakah ini caranya syaitan menulis sesebuah kitab? Bagaimana Baginda boleh menulis Al Quran kemudian memberitahu ummatnya untuk meminta kepada Tuhan untuk perlindungan dari syaitan sebelum membaca Al Quran? Ini adalah ayat-ayat ajaib dalam kitab yang ajaib! dan Ia mempunyai jawapan yang logik untuk orang-orang yang berfikir secara sambilewa bahawa Ia adalah dari
syaitan .."

Dan di antara cerita-cerita yang membuatkan kekaguman Dr Miller adalah kisah Nabi (SAW) dengan Abu Lahab. Dr Miller berkata:

" …Dia (Abu Lahab) yang sangat membenci Islam akan pergi kepada Nabi di mana sahaja Baginda pergi untuk memalukan baginda. Jika dia melihat Nabi bercakap dengan orang yang tidak dikenali, dia akan menunggu sehingga baginda selesai dan kemudian bertanya kepada mereka: Apa yang Muhammad memberitahu anda? Jika baginda berkata ia putih maka ia adalah hitam dan jika beliau berkata ia adalah malam maka ia adalah siang. Dia bertujuan untuk memalsukan semua apa yang Nabi kata dan untuk membuat orang yang curiga kepada baginda. Dan 10 tahun sebelum kematian Abu Lahab, sebuah surah telah diilhamkan kepada Nabi, yang dinamakan "Al-Masad". Surah ini menceritakan bahawa Abu Lahab akan masuk neraka, dalam erti kata lain, Ia mengatakan bahawa Abu Lahab tidak akan memeluk agama Islam.

Selama 10 tahun, Abu Lahab boleh berkata: "Muhammad mengatakan bahawa saya tidak akan menjadi seorang Muslim dan saya akan pergi ke neraka, tetapi saya memberitahu anda sekarang bahawa saya mahu menukar kepada Islam dan menjadi seorang Muslim. Apa yang anda fikir mengenai Muhammad ini? Adakah dia( baginda s.a.w )mengatakan kebenaran atau tidak? Adakah surah ini datang dari Allah? ". Tetapi Abu Lahab tidak berbuat demikian ( memeluk Islam ) walaupun dia mengingkari Nabi di dalam semua perkara, tetapi tidak dalam perkara ini ( kekafiran Abu Lahab di dalam surah Al Masad ). Dalam erti kata lain, baginda telah memberi Abu Lahab peluang untuk membuktikan baginda salah! Tetapi Abu Lahab tidak melakukan apa-apa sepanjang 10 tahun!

Dia tidak memeluk agama Islam dan tidak juga berpura-pura menjadi seorang Muslim! Sepanjang 10 tahun, dia mempunyai peluang untuk menghancurkan Islam dalam satu minit! Tetapi ini tidak berlaku kerana ini(Al Quran) bukanlah kata-kata Muhammad (SAW), tetapi kata-kata Tuhan yang Mengetahui apa yang tersembunyi dan Mengetahui bahawa Abu Lahab tidak akan menjadi seorang Muslim.

“Binasalah kedua-dua tangan Abu lahab, dan binasalah ia bersama! Hartanya dan segala yang diusahakannya, tidak dapat menolongnya. Ia akan menderita bakaran api neraka yang marak menjulang Dan juga isterinya, seorang perempuan pemunggah kayu api. Di lehernya sejenis tali, dari tali-tali yang dipintal “

( Al Masad: 1-5 )

Dr Miller berkata tentang ayat yang membuatkan dia kagum kepada Al Quran
“.. Salah satu keajaiban dalam Al-Quran adalah sesuatu yang mencabar masa depan dengan perkara-perkara yang manusia tidak boleh ramalkan dan "Ujian Pemalsuan" digunakan , ujian ini terdiri daripada mencari kesilapan sehingga perkara yang sedang diuji terbukti betul. Sebagai contoh, mari kita lihat apa kata al-Quran mengenai hubungan antara orang Islam dan Yahudi. Al-Quran mengatakan bahawa orang Yahudi adalah musuh utama bagi umat Islam dan ini adalah benar. Sehingga kini ,musuh utama umat Islam adalah orang-orang Yahudi.

Dr Miller meneruskan:
“.. Ini dianggap satu cabaran yang besar kerana orang-orang Yahudi mempunyai peluang untuk merosakkan Islam hanya dengan bergaul dengan orang Islam dengan cara yang mesra untuk beberapa tahun dan kemudian berkata: di sini kita bergaul dengan anda sebagai kawan dan Al-Quran mengatakan bahawa kita adalah musuh,Al-Quran ini salah! Tetapi ini tidak berlaku pada 1400 tahun! dan ia tidak akan berlaku kerana ini adalah firman dari Tuhan Yang Esa yang Maha Mengetahui bukannya kata-kata manusia.

Dr Miller meneruskan:
“..Bolehkah anda melihat bagaimana ayat yang menceritakan akan permusuhan antara orang Islam dan orang-orang Yahudi merupakan satu cabaran kepada minda manusia?..”

“..Demi sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan dapati manusia yang keras sekali permusuhannya kepada orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik dan demi sesungguhnya engkau akan dapati orang-orang yang dekat sekali kasih mesranya kepada orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Bahawa kami ini ialah orang-orang Nasrani”. Yang demikian itu, disebabkan ada di antara mereka pendeta-pendeta dan ahli-ahli ibadat, dan kerana mereka pula tidak berlaku sombong...."

"...Dan apabila mereka mendengar Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah (Muhammad s.a.w), engkau melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan apa yang mereka ketahui (melalui Kitab mereka) dari kebenaran (Al-Quran), sambil mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami beriman (kepada Nabi Muhammad dan Kitab Suci Al-Quran), oleh itu tetapkanlah kami bersama-sama orang-orang yang menjadi saksi (yang mengakui kebenaran Nabi Muhammad s.a.w). Dan tidak ada sebab bagi kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran (Al-Quran) yang sampai kepada kami, padahal kami ingin (dengan sepenuh-penuh harapan), supaya Tuhan kami memasukkan kami (ke dalam Syurga) bersama-sama orang-orang yang soleh..."

Ayat ini menyentuh hati Dr Miller kerana dia merupakan seorang Kristian tetapi apabila dia mengetahui kebenaran, dia beriman dan memeluk agama Islam lalu menjadi tumpuan . Semoga Allah merahmati beliau.

Dr Miller berkata tentang gaya unik al-Quran yang dia dapati adalah sangat indah. Tidak syak lagi ada sesuatu yang unik lagi mengagumkan di dalam al-Quran yang tidak wujud di mana-mana sahaja, kerana al-Quran memberikan anda maklumat khusus dan memberitahu anda bahawa anda sesuatu yang tidak anda ketahui. Sebagai contoh

Demikianlah dari berita¬-berita ghaib yang kami wahyukan kepada engkau (wahai Muhammad ), dan tidaklah engkau beserta mereka seketika mereka membuang undi tentang siapa diantara mereka yang akan mengasuh Maryam, dan tidak ada engkau di dekat mereka seketika mereka berbantah .
( Ali-Imran : 44 )

(Kisah Nabi Nuh) itu adalah dari perkara-perkara yang ghaib yang Kami wahikan kepadamu (wahai Muhammad), yang engkau dan kaum engkau tidak mengetahuinya sebelum ini. Oleh itu, bersabarlah. Sesungguhnya kesudahan yang baik (yang membawa kejayaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.
( Surah Hud: 49 )

(Kisah Nabi Yusuf) yang demikian ialah dari berita- berita yang ghaib yang Kami wahikan kepadamu (wahai Muhammad), sedang engkau tidak ada bersama-sama mereka semasa mereka sekata mengambil keputusan (hendak membuang Yusuf ke dalam perigi), dan semasa mereka menjalankan rancangan jahat (terhadapnya untuk membinasakannya).
(Surah Yusuf: 102 )

Dr Miller meneruskan: "Tidak ada kitab suci lain yang menggunakan kaedah ini, semua kitab-kitab yang lain terdiri daripada maklumat yang memberitahu anda di mana maklumat ini datang. Sebagai contoh, apabila Bible menceritakan kisah-kisah daripada negara-negara purba, Ia memberitahu anda bahawa raja ini tinggal di tempat ini dan seorang pemimpin yang berjuang dalam peperangan itu, dan bahawa orang tertentu mempunyai beberapa kanak-kanak dan nama-nama mereka. Tetapi buku ini (Bible) sentiasa memberitahu anda bahawa jika anda ingin mengetahui lebih lanjut, anda boleh membaca buku tertentu kerana maklumat itu datang dari buku tertentu ".

Dr Garry Miller meneruskan: "Ini adalah bertentangan dengan Al-Quran yang memberi anda maklumat dan memberitahu anda bahawa ia adalah baru! Dan apa yang menakjubkan adalah orang-orang Mekah pada masa itu tidak pernah mendengar ayat-ayat ini dan ia menjadi cabaran bahawa isi di dalam ayat-ayat ini baru dan tidak diketahui oleh Muhammad (SAW) atau oleh orang-orang cerdik pandai ketika masa itu, dan walaupun demikian, mereka tidak pernah berkata:

“.. Kita tahu ini dan ia bukanlah sesuatu yang baru, dan mereka tidak mengatakan: Kita tahu dari mana Muhammad datang dengan ayat-ayat ini..”

Ini tidak pernah berlaku, tetapi apa yang berlaku adalah tiada siapa yang berani untuk mengatakan bahawa baginda telah berbohong kepada mereka kerana mereka meyakini ini ialah sesuatu yang baru, tidak datang dari minda manusia tetapi dari Allah yang Mengetahui yang Ghaib pada masa lalu, masa kini dan masa depan.

Download Dr Gary Miller (Now Dr Abdul Ahad) work "The Amazing Quran" dari link inihttp://www.thetruecall.com/downloads/AmazingQuran.pdf

Boleh baca dengan lebih lanjut ataupun dengarkan kuliahnya di..
http://www.discoveringislam.org/dr_gary_miller.htm

* jika berlaku kesilapan dalam pengalihan bahasa yang membawa kepada kekeliruan, boleh lah terus contact kepada fb ana , happy reading , May Allah swt bless you all :)

Saturday, May 4, 2013

Usaha,Tawakal dan doa..


Apabila Musa 'alayhi al-Salam bersama Bani Israel yang beriman berdiri di tepi Laut, ikhtiar mereka sebagai manusia sudah sampai ke penghujungnya. Di hadapan mereka laut, di belakang mereka tentera Firaun yang juga seperti laut. Mereka dikepung dari segenap penjuru.

Pada ikhtiar manusia, tamatlah sudah sebuah usaha.

Tetapi Tuhan menyuruh kita berusaha, bukan bererti segala-galanya bergantung kepada usaha kita. Tuhan memerhatikan kita. Setelah kita benar-benar berusaha, dan berada di hujung usaha, segala jerih payah kita tidak akan Tuhan biarkan ia sia-sia.

وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا إِنَّهُمْ جُندٌ مُّغْرَقُونَ

"Dan tinggalkanlah laut itu dalam keadaan tenang - terbelah, kerana sesungguhnya mereka (yang mengejarmu itu) ialah tentera yang akan ditenggelamkan (sehingga binasa)" [al-Dukhan 44:24]

Laut terbelah!

Musa dan Bani Israel menyeberanginya dengan aman.

Firaun dan tentera-tentera angkuhnya ditenggelamkan!

Solusi bencana ini terjadi secara yang tidak disangka-sangka.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah, nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya), serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Dan (Ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu. [al-Talaq 65: 2-3]

Demikianlah iktibar al-Quran, buat kita menelusi kehidupan, di zaman dan situasi yang pelbagai.

PRU13 DEMI KESEJAHTERAAN BERSAMA

Kita berusaha segala yang kita mampu, untuk memastikan hak rakyat mengundi dengan bersih dan adil, dicapai. Siapa sahaja yang menang atau kalah, kita sebagai rakyat yang terdidik dengan prinsip-prinsip yang sejahtera, dan Rukunegara itu sendiri, apatah lagi sebagai Muslim dengan Rukun Islam dan Rukun Iman mereka, menerima keputusan pilihanraya dengan hati yang terbuka.

Seperti 12 pilihanraya yang lalu.

Namun, perkembangan sehari dua ini amat menyedihkan. Dan usaha meminta penyelesaian seperti tidak diendahkan. Pesawat Jumbo Jet yang tiba dari seberang pada kadar yang menyalahi kebiasaan, menyebabkan semangat kita kecundang.

Tetapi Tuhan yang membelah Laut untuk Musa, adalah Tuhan yang terlalu mudah bagi-Nya menumpaskan perancangan manusia. Jangan kita lupa. Dia bersama kita. Dia menyuruh kita membanyakkan doa. Dia menyuruh kita 'babitkan' Dia.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Dan demikianlah Kami adakan dalam tiap-tiap negeri orang-orang besar yang jahat supaya mereka melakukan tipu daya di negeri itu, padahal tiadalah mereka memperdayakan selain dari dirinya sendiri (kerana merekalah yang akan menerima akibatnya yang buruk), sedang mereka tidak menyedarinya. [al-An'ām 6: 123]

وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan (dengan demikian) mereka telah merancangkan rancangan jahat, dan Kami pula rancangkan balasannya dengan seburuk-buruk balasan, sedang mereka tidak menyedarinya. [al-Naml 27:50]

Bermunajatlah!

Hari ini hari Surah al-Kahf!

Monday, April 29, 2013

APA ITU ISTIDRAJ?

APA ITU ISTIDRAJ?


Ianya adalah pemberian nikmat Allah kepada manusia yang mana pemberian itu tidak diredhaiNya.

Inilah yang dinamakan istidraj.

Rasullulah s.a.w. bersabda : "Apabila kamu melihat bahawa Allah Taala memberikan nikmat kepada hambanya yang selalu membuat maksiat (durhaka), ketahuilah bahawa orang itu telah diistidrajkan oleh Allah SWT."
(Diriwayatkan oleh At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Tetapi, manusia yang durhaka dan sering berbuat maksiat yang terkeliru dengan pemikirannya merasakan bahawa nikmat yang telah datang kepadanya adalah kerana Allah berserta dan kasih dengan perbuatan maksiat mereka.

Masih ada juga orang ragu-ragu, kerana kalau kita hendak dapat kebahagian di dunia dan akhirat kita mesti ikut jejak langkah Rasullulah saw dan berpegang teguh pada agama Islam.

Tetapi bagaimana dengan ada orang yang sembahyang 5 waktu sehari semalam, bangun tengah malam bertahajjud, puasa bukan di bulan Ramadhan sahaja, bahkan Isnin, Khamis dan puasa sunat yang lain.

Tapi, hidup mereka biasa sahaja.

Ada yang susah juga. Kenapa?

Dan bagaimana pula orang yang seumur hidup tak sembahyang, puasa pun tak pernah, rumahnya tersergam indah, kereta mewah menjalar, duit banyak, dia boleh hidup kaya dan mewah.

Bila kita tanya, apa kamu tak takut mati? Katanya, alah, orang lain pun mati juga, kalau masuk neraka, ramai-ramai. Tak kisahlah!

Sombongnya mereka, takburnya mereka.

Rasullulah s.a.w. naik ke langit bertemu Allah pun tak sombong.

Nabi Sulaiman, sebesar-besar pangkatnya sehinggakan semua makhluk di muka bumi tunduk di bawah perintahnya pun tak sombong!

Secantik-cantik Nabi Yusof dan semerdu suara Nabi Daud, mereka tak sombong.

Bila sampai masa dan ketikanya, mereka tunduk dan sujud menyembah Allah.

Manusia istidraj - Manusia yang lupa daratan.

Walaupun berbuat maksiat, dia merasa Allah menyayanginya.

Mereka memandang hina kepada orang yang beramal.

"Dia tu siang malam ke masjid, basikal pun tak mampu beli, sedangkan aku ke kelab malam pun dengan kereta mewah.

Tak payah beribadat pun, rezeki datang mencurah-curah.

Kalau dia tu sikit ibadat tentu boleh kaya macam aku, katanya sombong."

Sebenarnya, kadang-kadang Allah memberikan nikmat yang banyak dengan tujuan untuk menghancurkannya.

Rasullulah s.a.w bersabda: "Apabila Allah menghendaki untuk membinasakan semut, Allah terbangkan semua itu dengan dua sayapnya" (Kitab Nasaibul'Ibad)

Anai-anai, jika tidak bersayap, maka dia akan duduk diam di bawah batu atau merayap di celah-celah daun, tetapi jika Allah hendak membinasakannya, Allah berikan dia sayap.

Lalu, bila sudah bersayap, anai-anai pun menjadi kelkatu.

Kelkatu, bila mendapat nikmat(sayap), dia akan cuba melawan api.

Begitu juga manusia, bila mendapat nikmat, cuba hendak melawan Allah swt.

Buktinya, Firaun. Nikmatnya tak terkira, tidak pernah sakit, bersin pun tidak pernah kerana Allah berikannya nikmat kesihatan.

Orang lain selalu sakit, tapi Firaun tidak, orang lain mati, namun dia masih belum mati-mati juga, sampai rasa angkuh dan besar diri lantas mengaku dirinya tuhan.

Tapi dengan nikmat itulah Allah binasakan dia.

Namrud, yang cuba membakar Nabi Ibrahim. Betapa besar pangkat Namrud?

Dia begitu sombong dengan Allah, akhirnya menemui ajalnya hanya disebabkan seekor nyamuk masuk ke dalam lubang hidungnya.

Tidak ada manusia hari ini sekaya Qarun.

Anak kunci gudang hartanya sahaja kena dibawa oleh 40 ekor unta.

Akhirnya dia ditenggelamkan bersama-sama hartanya sekali akibat terlalu takbur.

Jadi kalau kita kaya,jangan sangka Allah sayang, Qarun lagi kaya, akhirnya binasa juga.

Jadi,jika kita kaji dan fikir betul-betul,maka terjawablah segala keraguan yang mengganggu fikiran kita.

Mengapa orang kafir kaya, dan orang yangi berbuat maksiat hidup senang /mewah.

Pemberian yang diberikan oleh Allah pada mereka bukanlah yang diredhaiNya.

Rupa-rupanya ianya adalah bertujuan untuk menghancurkannya.

Untuk apa hidup ini tanpa keredhaanNya?

Tetapi jangan pula ada orang kaya beribadat, masuk masjid dengan kereta mewah kita katakan itu istidraj.

Orang naik pangkat, istidraj.

Orang-orang besar, istidraj.

Jangan!

Orang yang mengunakan nikmatnya untuk kebajikan untuk mengabdi kepada Allah bukan istidraj.

Dan jangan pula kita tidak mahu kekayaan. Kalau hendak selamat, hidup kita mesti ada pegangan.

Bukan kaya yang kita cari, juga bukan miskin yang kita cari.

Tujuan hidup kita adalah mencari keredaan Allah.

Bagaimana cara untuk menentukan nikmat yang diredhai Allah?

Seseorang itu dapat menyedari hakikat yang sebenarnya tentang nikmat yang diterimanya itu ialah apabila dia bersyukur nikmatnya.

Dia akan mengunakan pemberian ke jalan kebaikan dan sentiasa redha dan ikhlas mengabdikan diri kepada Allah.

Maka segala limpah kurnia yang diperolehi itu adalah nikmat pemberian yang diredhai Allah.

Bila tujuan hidup kita untuk mencari keredhaan Allah,
niscaya selamatlah kita di dunia dan akhirat.

Wallahu a'lam

Thursday, April 25, 2013

PERANG GERILA SIBER


PERANG GERILA SIBER

GERILA POLITIK SIBER


Ramai pembaca kurang faham atau tidak  bagitu jelas bahawa  kita – dunia yang kita diamai ini – telah memasuki apa yang dipanggil zaman pasca moden.  Zaman Pascamoden ini memberi makna bahawa kita telah melintasi Zaman Moden. Ribuan tahun dahulu umat manusia telah melintasi Zaman Batu, Zaman Besi, Zaman Gangsa  – kemudian masuk ke Zaman Moden. Kini kita beralih dari Zaman Moden ke  Zaman Pascamoden.

Apa itu pascamoden? Pasca ertinya  sesudah.  Ertinya kita sekarang sudah selesai dengan zaman moden. Kalau dulu kita moden. Kini kita semua  telah melintasi moden  dan meninggalkan moden.

Untuk memahami apa itu pascamoden kita wajib melihat apa pola-pola dan apa ciri-ciri dalam pasca moden. Contohnya: kita kenal kueh gulung melalui tepong yang  bergulung dengan  inti kelapanya yang manis. Kita kenal kueh karipap dengan bentuk, isi dan rasanya. Bagitu juga dengan pascamoden.  Untuk mengenal pascamoden kita wajib mengenal bentuk, isi dan rasanya.

Salah satu tanda moden ialah media. Dizaman batu tak ada radio, akhbar dan  tv. Kemajuan teknoloji moden melahirkan radio, talipon dan tv. Dizaman moden kita mula berhubung antara satu sama lain dengan membaca  akhbar dan buku atau mendengar radio.  Semua ini alat berhubungan moden. Dalam zaman pascamoden alat berhubung semakin canggih  mara ke hadapan.

Dalam zaman pascamoden  kita ada sistem internet. Kalau dulu hanya polis sahaja yang ada alat ‘ wireless’  untuk  berhubung jarak jauh. Kini kita semua  - setiap sosok -  boleh memiliki talipon bimbit tanpa dawai. 

Salah satu isi pascamoden ialah kemunculan imej sebagai unsur yang amat penting. Imej ini boleh berkahwin dengan  alat komunikasi yang canggih – kamera,  kamera video atau  alat  rakaman pandang dengar. Ini dibantu oleh sistem komputer dengan talian internet yang membolehkan kita mencari imej, menyimpan imej dan membuat imej. Semua imej dari  zaman berzaman  membawa tanda dan makna. Dalam zaman pascamoden imej menjadi tanda  wujudiah yang utama.

Salah satu lagi tanda penting untuk zaman pascamoden ialah berakhirnya monopoli daulah terhadap media.  Monopoli daulah  mengkontrol media  berakhir  bukan hanya di Malaysia tetapi diseluruh dunia – dimana ada internet -   maka disitu akan muncul media baru.

Untuk senang cakap: di Malaysia ini  tandanya bahawa  kita telah memasuki zaman pascamoden ialah apabila orang  ramai – rakyat Malaysia - tidak lagi ambil pot dengan RTM, Tv3, Utusan atau New Straits Time.  Media  baru yang lahir dalam zaman pascamoden tidak mungkin lagi dikongkong. Media dan imej dari media tidak hanya dibuat, dimunculkan atau dimiliki secara monopoli oleh United Malays National Organisation.

Ini bermakna - zaman pascamoden telah membebaskan kita dari dijajah oleh RTM, Tv3, Astro atau kumpulan Utusan atau kumpulan Media Prima.  United Malays National Organisation tidak lagi memiliki monopoli  dalam hal pemberitaan.  Kita tidak lagi dipaksa untuk mendengar berita dari RTM sahaja.  Zaman RTM, Tv3 atau Astro  telah berakhir.

Pascamoden memastikan parti  Ketuanan Melayu ini tidak mungkin dapat mengawal isi berita. Parti Ketuanan Melayu tidak mungkin dapat kontrol  cara orang ramai berkomunikasi.  Internet telah membunuh monopoli  maklumat   yang selama dikawal oleh United Malays National Organisation.

Kalau dulu ahli falsafah Peranchis Rene  Descartes ( 1596-1650) berkata : Aku berfikir justeru aku wujud. Hari ini  saya berkata : Aku berinternet maka aku wujud.

Saya menulis tentang pascamoden dan internet ini untuk menerangkan kepada para pembaca bahawa pertempuran politik  untuk merebut kuasa dalam PRU13 ini sedang berlaku hebat  dialam maya.  Pertempuaran  panas dan membara dalam alam maya ini ialah untuk  mencari pengaruh. Untuk mendapatkan sokongan. Semua bertujuan  untuk mencapai kemenangan dalam pilihanraya.

PRU13 ialah pertempuaran alam maya yang maha hebat. Saya ulangi sekali lagi bahawa perebutan politik ialah perebutan kuasa. Merebut kuasa bertujuan untuk  merebut  punca-punca  harta harta kekayaan negara.  Politik dan kuasa tidak akan lari dari punca harta kekayaan.

Parti mana yang akan memiliki kuasa – maka parti itu – akan memiliki kunci untuk menjaga dan mengawal  punca dan sumber harta kekayan dalam negara kita ini. Asas politik ialah ekonomi. Ekonomi ialah harta kekayaan. Yang selainnya – yang selalu diheboh-hebohkan –  hanyalah kempen dan propaganda mengolah persetujuan untuk mendapat sokongan  orang ramai.

United Malaya National Organisation mengolah persetujuan untuk mendapat sokongan orang ramai melalui ajenda Ketuanan Melayu. Parti Pas mengolah persetujun dengan agama Islam. DAP  mengolah persetujuan dengan hak masyarakat  China. PKR mengolah persetujuan dengan cita-cita untuk menubuhkan pentabiran baru  yang  bersih dari rasuah.  Perkasa dan BTN mengolah persetujuan dengan  menjadikan China  musuh orang Melayu.  Di belakang semua ini ialah keinginan semua parti-parti politik untuk memiliki kuasa.

Justeru, saya yakin para pembaca telah faham apa itu pascamoden. Pembaca telah tahu apa tujuan politik.  Pembaca telah sedar bahawa United Malays National Organisation tidak lagi boleh memonopoli apa yang kita baca, apa yang kita lihat dan apa yang yang kita dengar. Maka mari kita lihat bagaimana dalam pascamoden imej  sedang bertempur untuk mengolah  persetujuan orang ramai . Imej sedang dibentuk dan sedang direka untuk mengolah persetujuan.

 Askar dan tentera siber milik United Malays National Organisation telah ditubuhkan. Dari segi jumlah, dari segi kelengkapan, dari segi dana, dari segi sokongan media tradisional – askar siber parti  Ketuanan Melayu ini cukup besar. Berpuluh kali ganda  besarnya jika dibandingkan dengan pejuang siber yang bersimpati dengan Pakatan Rakyat.

Tetapi dalam perang siber  yang amat sengit ini  amat jelas kelihatan bahawa  pejuang siber yang menyokong garis kasar  politik Pakataan Rakyat lebih kuat, lebih ampoh dan lebih  berjaya.  Mereka sedang berjaya mengkemudikan garis dan arah politik terkini. Bila mereka bergendang maka United Malays National Organisation terpaksa menari. Kenapa agaknya berlaku bagini?

Perang adalah penyambungan perbincangan yang tidak dapat diselesaikan. Perang berlaku apabila berbincang gagal. Perang siber juga tidak lari dari falsafah ini.    Strateji perang siber tidak jauh bezanya dengan strateji perang anti kolonial di Vietnam, di Angola atau di Afghanistan.

Tentera Amerika – yang terkuat dalam dunia – kalah di Vietnam pada thun 1974.  Tentera Portugal  kalah di Angola pada tahun 1975. Tentera penjajah Sepanyol  dikalahkan oleh Fidel Castro dan Che Geuvera pada tahun 1959. Apakah dia rahsia kekuatan  yang berjaya mengalahkan bala tentera yang lebih besar, lebih lengkap dengan senjata dan memiliki dana yang lumayan?

Jawabnya cukup senang. Semua kuasa bala tentera kolonialis dan imperialis ini dikalahkan oleh gerila.  Hanya perang gerila sahaja yang dapat mengalahkan kuasa imperialis Amerika di Vietnam. Apa sangkut pautnya pekara ini dengan PRU13 kita?

Dalam PRU13 ini pejuang siber Pakatan Rakyat sedang  bergerak sebagai gerila. Bergerak tanpa tersusun.  Mereka adalah organisasi tanpa bentuk. Mereka adalah kesatuan tanpa bersatu.  Mereka  menyerang apabila dilihat ada peluang. Dalam straterji gerila:  Serang apabila musuh undur – undur apabila musuh menyerang. 

Gerila siber Pakatan Rakyat tidak memerlukan Pemimpin Pusat, tidak memerlukan pejabat, tidak memerlukan ‘command control’. Tidak ada sturuktur. Mereka adalah gerila siber yang  autonom. Setiap gerila adalah jeneral. Setiap gerila ada komander. Setiap gerila  adalah pribet. Setiap gerila berinisiatif sendiri. Menyerang tanpa di suruh. Berehat tanpa meminta.

Paling mustahak kekuatan gerila Vietnam yang mengalahkan kuasa imperial Amerika pada tahun 1975  ialah akidah. Gerila Vietnam berjuang dengan akidah  memerdekkan Vietnam – tanah air mereka. Gerila Vietcong  bukan makan gaji. Bukan bergerila kerana diupah.  Gerila Vietnam memiliki idealoji dan pandangan dunia untuk mewujudkan negara Vietnam yang merdeka. Manakala tentera Amerika dipaksa datang berperang. Mereka makan upah.  Justeru, idealoji dan pandangan dunia  ialah kekuatan induk yang tidak dapat dikalah oleh bala tentera Amerika.

Falsafah gerila Vietnam ini sedang diambil pakai oleh  para pejuang gerila siber Pakatan. Mereka tidak diketahui nama dan rupa. Tidak ada pejabat.   Mereka tidak dibayar gaji bulanan. Mereka menyerang dengan pegangan idealoji untuk mendirikan Malaysia yang bebas dan merdeka dari United Malays National Organistion.

Ditahap ini  ada kersatuan dan pemusatan cita-cita dan akidah. Mereka menjadi gerila siber untuk menjatuhkan United Malays National Organisation.   Dalam satu barisan yang ampoh – dalam satu barisan bersatu yang di galang – gerila ini sedang menyerang United Malays National Organisation.

Apakah yang saya lakar ini betul?  Atau saya melebong? Dalam zaman pacamoden ini kesahehan apa yang saya katakan ini hanya boleh dibuktikan dengan memahami imej dalam dunia siber yang terkini.

Imej porno terkini yang ditaja oleh United Malays National Organisation seminggu dahulu kini sedang meleset.  Pelbagai usaha telah dijalankan untuk menjadikan imej ini ‘hot dan viral’. PDRM telah membantu  mewar-war imej porno ini. Ketua polis telah mengeluarkan amaran agar klip ini jangan disebar. Sebenarnya ini bertujuan untuk mengiklankan klip ini.

Suku sakat dan kaum kerabat  Kumpulan Utusan dan Media Prima juga telah tunggang terbalik cuba mempromo dan berkempen tentang klip ini. Semuanya meleset. Klip ituTIDAK viral. Dalam dunia siber, dalam perang siber jika TIDAK viral maka ertinyaTIDAK ada siapa ambil pot tentang klip itu.

Saya juga wajib memberi tahu bahawa dalam zaman pasca moden jika imej itu tidak cool dan tidak counter culture atau tidak punk  besar kemungkinan imej itu akan lenyap dalam alam maya. Dizaman pascamoden klip porno bukan satu yang memeranjatkan. Dalam zaman pascamoden TIDAK ada lagi yang memeranjatkan. 

Justeru  ditahap ini  gerila siber yang autonom, organisasi tanpa bentuk sedang menjalar  dan menunggu masa untuk TERKAM United Malays National Organisation   jika parti Ketuanan Melayu ini menipu dalam pilihan raya.(TT)
  

Tuesday, April 23, 2013

Sifat-Sifat kemenangan kepada pembela agama Allah



Dato' Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang,22 Apr 2013
Dalam memperkatakan tentang era kegemilangan sejarah umat Islam, kita tidak boleh memisahkan diri untuk memperkatakan mengenai pendokong dan pembawa dakwah yang pertama, peribadi yang menjadi qudwah atau ikutan seluruh zaman Islam, iaitu Rasulullah SAW menjadi pelaksana yang pertama, unggul dan ulung serta penafsir yang sebenarnya mengenai Islam yang diwahyukan oleh Allah Taala. Dengan lain perkataan, diri Rasulullah SAW merupakan penerusan daripada dakwah yang dibawa oleh Para Nabi dan Rasul. Hakikat dan prinsip ini dinyatakan oleh Allah di dalam al-Quran:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam kalangan tiap-tiap umat seorang Rasul (dengan memerintahkannya menyeru mereka): “Hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhilah Taghut”. Maka di antara mereka (yang menerima seruan Rasul itu), ada yang diberi hidayah petunjuk oIeh Allah dan ada pula yang berhak ditimpa kesesatan. Oleh itu, mengembaralah kamu di bumi, kemudian lihatlah bagaimana buruknya kesudahan umat-umat yang mendustakan Rasul-rasulnya.”(Surah al-Nahl : ayat 36)
Pengabdian seluruh dan seutuhnya kepada Allah. Pengabdian yang merangkumi semua aspek kehidupan manusia. Kesemua Para Rasul membawa prinsip pengabdian ini. Di zaman kegemilangan Islam yang diasaskan oleh Rasulullah SAW, Baginda telah melahirkan suatu generasi yang unggul dan pertama.

Generasi Para Sahabat yang dilahirkan bukan sahaja berdasarkan kepada wahyu Allah, tetapi pelaksanaan perintah wahyu yang dikemukakan oleh Rasulullah SAW secara praktikal. Rasulullah SAW telah menerima wahyu yang pertama dalam keadaan gementar sehingga pulang ke rumah dan terus berselimut. Kemudian disusuli pula dengan wahyu yang kedua supaya bangkit bertindak dan beramal. Rasulullah SAW bukan sahaja menerima ilmu itu, tetapi hendaklah disampaikan secara praktikal.

Rasulullah SAW tidak diperintahkan hanya sekadar memperdengarkan ayat-ayat suci al-Quran berhampiran Kaabah, tetapi ia bererti suatu bebanan tugas yang berat agar disampaikan peringatan daripada Allah. Suatu tugas yang diamanahkan untuk membetulkan kehidupan manusia dalam segala bidangnya.

Baginda Rasulullah SAW dapat melahirkan keunggulan peribadi generasi yang pertama. Generasi yang dibentuk dengan penghayatan Islam semurninya dan keimanan yang sesucinya. Generasi yang ditanamkan keyakinan yang sebenar untuk melaksanakan seluruh ajaran Islam dan menyampaikan Islam itu kepada manusia sejagat. Pembentukan itu sebagaimana yang ditekankan pada awal lagi, bukan sekadar suatu pengisian ilmu semata-mata atau sekadar maklumat dan beramal dari segi lahiriyyah sahaja, tetapi pembentukan yang melulusi beberapa siri ujian. Pembinaan menerusi tekanan-tekanan, penindasan dan ujian yang dilakukan oleh golongan jahiliyyah; golongan taghut yang pertama dihadapi oleh Rasulullah SAW.

Penerapan keimanan dan keyakinan ini dilalui oleh Rasulullah SAW bukan menerusi penyampaian ayat-ayat suci al-Quran supaya generasi Islam yang pertama hanya bersabar dalam menempuh rintangan dan tekanan. Tetapi Rasulullah SAW sendiri yang pertama menghadapi ujian dan tekanan itu secara praktikal dan nyata. Ujian dan tekanan yang berterusan sama ada dalam bentuk fizikal ataupun kejiwaan. Baginda diuji dengan beberapa siri penyeksaan sepertimana yang sempat dirakamkan dalam lembaran sejarah. Baginda diuji dengan tawaran kemewahan, harta-benda dan pangkat.

Namun begitu, Rasulullah SAW menolak segala kepentingan duniawi dengan meletakkan kepentingan Islam lebih tinggi daripada segala-galanya. Ini jelas terukir mantap dalam catatan sirah ketika Baginda menolak cadang-cadangan yang dikemukakan oleh wakil Abu Jahal.

“Wahai anak saudaraku! Kedudukanmu dari kalangan kami seperti yang diketahui olehmu dalam ikatan kekeluargaan. Sesungguhnya kamu telah membawa kepada kami suatu perkara yang besar. Kamu telah memecah-belahkan perpaduan mereka, memperbodohkan impian mereka dan mencela nenek-moyang mereka. Dengarlah dariku agar aku kemukakan kepadamu beberapa perkara untuk memberi pandangan dan menerima sebahagian daripadanya!”

Rasulullah SAW menjawab, “Katakanlah, wahai Abu Walid (gelaran ‘Utbah) apa yang kamu ingin perkatakan!”

Abul Walid mengemukakan cadangannya, “Wahai anak saudaraku (bahasa panggilan yang halus! Kalaulah apa yang kamu bawa ini kerana mahukan harta kekayaan, kami bersedia mengumpulkan untuk kamu harta- benda sehinggalah kamu menjadi orang yang paling berharta di kalangan kami. Kalau kerana mahukan kedudukan, kami bersedia, melantik kamu menjadi ketua kami sehinggalah kami tidak menandingi kamu. Jika sekiranya kamu mahu menjadi raja, kami bersedia menabalkan kamu menjadi raja kami.” (rujuk Sirah Ibnu Hisyam)

Lalu Rasulullah SAW bertanya, “Sudah habis pandangan daripada kamu?”

‘Utbah menjawab, “Ya!”

Seterusnya Rasulullah SAW bersabda dan membacakan;

“Ha, Mim (Allah Yang Maha Mengetahui akan maksudnya).”

“Turunnya Kitab ini dari Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.”

“Sebuah Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya satu persatu; iaitu al-Quran yang diturunkan dalam bahasa Arab bagi faedah orang-orang yang mengambil tahu dan memahami kandungannya.”

“Ia membawa berita yang mengembirakan (bagi orang-orang yang beriman) dan membawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar); dalam pada itu kebanyakan mereka berpaling ingkar (tidak mahu mengetahui dan memahaminya, maka dengan sebab itu mereka tidak menerima dan tidak mematuhinya).”

“Dan mereka berkata; Hati kami dalam tutupan yang berlapis-lapis (menghalang kami) daripada memahami apa yang engkau serukan kami kepadanya, dan pada telinga kami penyumbat (menjadikan kami tidak dapat mendengarnya), serta di antara kami denganmu ada sekatan (yang memisahkan fahaman kita); oleh itu, bekerjalah engkau (untuk agamamu), sesungguhnya kami juga tetap bekerja (untuk mempertahankan kepercayaan kami),” (Surah Fussilat : ayat 1-5)

Rasulullah SAW meneruskan bacaannya. Tiba-tiba ‘Utbah tersandar ke belakang dengan bertongkatkan kedua-dua belah tangannya. Kemudian apabila sampai ayat sujud, Rasulullah SAW terus bersujud. Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, “Adakah kamu mendengar itu?”

Abul Walid lantas pulang dengan wajah yang berubah. Penolakan harta-benda yang ditawarkan, pangkat yang dijanjikan ini merupakan pelaksanaan secara praktikal yang diperlihatkan oleh Rasulullah SAW kepada sahabatnya. Penolakan yang menekankan tentang tujuan pelaksanaan Islam bukanlah sekadar untuk dilantik menjadi pemerintah tanpa menentukan apakah bentuk sistem yang akan dilaksanakan. Ataupun sekadar menerima kedudukan dan tempat dalam pimpinan tanpa menentukan apakah matlamat sistem yang hendak dilaksanakan.

Penolakan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW merupakan kenyataan yang jelas, yang ditaati dan diikuti oleh Para Sahabatnya secara praktikal. Generasi yang meletakkan kepentingan Islam yang bakal dilaksanakan oleh mereka di dalam Negara Islam dan Masyarakat Islam yang pertama lebih berharga daripada segala kepentingan duniawi ini. Kemudiannya ujian seterusnya menampilkan konspirasi ganas penekanan pihak kuffar dan ugutan-ugutan yang mengancam jiwa raga serta menyeksa tubuh badan. Sehingga penekanan itu memaksa orang-orang yang beriman untuk berhijrah meninggalkan kepentingan tanahair, keluarga, rumahtangga, pangkat dan segala-galanya.

Meskipun tidak dapat dinafikan bahawa urusan dan keperluan duniawi itu adalah penting, namun Islam menjadi prinsip kepada semua itu hendaklah dipentingkan dari segalanya. Kita tidak juga dapat menafikan bahawa tanahair, keluarga dan harta-benda adalah menjadi suatu keperluan dalam perjuangan untuk menegakkan Islam dan membentuk generasi Islam. Tetapi Islam adalah lebih utama dan mesti terlaksana.

Setelah keyakinan Islam itu dapat dipertontonkan secara ‘amali, maka baharulah diperintahkan supaya menegakkan negara Islam yang pertama. Sebuah negara yang ditegakkan tanpa berhajat kepada angkatan polis atau bala tentera, justeru kerana setiap anggota dalam negara itu adalah polis dan tentera yang menjalankan kewajipan masing-masing. Sebuah negara yang menjadi impian kepada ahli-ahli falsafah Yunani di Barat, Parsi dan sebahagiannya di Timur, tetapi menjadi kenyataan kepada generasi terbaik umat Islam.

Sebenarnya, Islam yang diwahyukan oleh Allah bukanlah merupakan suatu teori yang hendak diuji, yang belum tentu jaya-gagalnya. Tetapi ia merupakan ajaran Allah yang menjadi jawapan yang tepat bagi menjawab dan menyelesaikan seluruh permasalahan yang dihadapi oleh umat manusia. Negara Islam yang pertama ditegakkan oleh Rasulullah SAW menerusi pembinaan generasi Sahabat yang bakal mewarisi perjuangan Islam di masa akan datang. Ianya ditegakkan melalui akidah, kaedah dan cara yang dapat menjadi contoh dan teladan kepada umat-umat lain.

Islam itu ditegakkan bukan menerusi ugutan-ugutan ketenteraan, tetapi berdiri di atas prinsip perlaksanaan yang adil lagi bersih. Kebaikan dan keadilan yang bukan sahaja dapat dilihat oleh umat Islam, bahkan golongan bukan Islam yang bernaung di bawah negara Islam. Kebaikan dan keadilan yang menyentuh hati nurani untuk menyedari dan menginsafi bahawa Islam adalah lebih baik daripada keadilan yang dicadangkan oleh sistem-sistem bikinan mereka. Kebenaran dan pembelaan hak dalam Islam adalah ajaran yang jauh lebih indah dan agung daripada apa yang pernah digembar-gemburkan oleh pembesar-pembesar mereka.

Itu semua dapat terpancar dan menyerikan suasana umat manusia setelah umat Islam diuji dan dicuba secara praktikal bersama-sama dengan Rasulullah SAW sehingga mereka mencapai kemuncak peningkatan iman. Peningkatan keimanan yang tumbuh subur dalam jiwa umat Islam bergerak sejajar dengan meningkatnya kezaliman yang dilakukan oleh golongan jahiliyyah. Hakikat ini dialami dan dilalui secara nyata supaya nanti mereka tidak melakukan kezaliman ketika mereka diberi amanah di dalam urusan pemerintahan. Mereka pantas menjadi jurubicara untuk membela hak apabila mereka diberi peluang untuk membela hak orang lain. Mereka dapat melaksanakan kepentingan umat manusia ketika diberi peluang untuk melaksanakannya.

Generasi yang menyaksikan penyelewengan dan kebobrokan sistem jahiliyyah secara nyata dan menerusi penyaksian itu bangun untuk merubah, meruntuh dan meranapkan sistem itu. Hasil daripada cara inilah, maka terbentuknya generasi gemilang umat Islam yang mewarisi perjuangan Rasulullah SAW. Generasi gemilang yang terus melaksanakan amanah risalah Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Generasi yang dibentuk keperibadiannya menerusi tamrin dan tarbiyyah di dalam Sirah Rasulullah SAW.

Oleh itu, kewafatan Rasulullah SAW yang membawa Islam hingga hari kiamat ini menjadi suatu hikmah yang besar ertinya. Ia merupakan bukti yang jelas tentang keabadian Islam yang akan dijulang dan disebarkan oleh generasi-generasi yang menurut jejak langkah Rasulullah SAW.

Generasi Para Sahabat bukan sahaja menerima perubahan fikrah menerusi penyampaian wahyu dan sabda Rasulullah SAW, tetapi generasi yang cekal menggagahi setiap ujian sehingga dapat membentuk keperibadian mereka sama ada dari segi individu ataupun jamaah. Dari sinilah terpancarnya sinar pijar (putih) yang gilang-gemilang kekuatan jamaah Islam yang pertama.

Kekuatan jamaah yang melaksanakan ajaran Islam yang syumul, lengkap dan sempurna. Kekuatan yang berakar umbi dari keimanan yang bulat kepada Allah, yang dihayati oleh Rasulullah SAW sebagai individu dan pimpinan jamaah. Kekuatan yang mengikat setiap diri para sahabat untuk tunduk dan patuh kepada kepimpinan Rasulullah SAW dan melaksanakan perintah Allah tanpa soal.

Generasi Islam yang pertama terdiri daripada individu-individu yang hanya bergantung bulat kepada Allah. Tidak memandang ke Timur dan tidak pula memandang ke Barat. Individu-individu yang hanya menerima perintah arahan, hukum dan perundangan daripada Allah, sekaligus menolak dengan tegas setiap unsur-unsur yang lain dari Islam. Individu-individu yang hanya mengambil ajaran, sistem dan neraca penghayatan daripada Allah. Mereka menyelesaikan seluruh permasalahan yang timbul dengan terlebih dahulu merujuk kepada ketetapan hukum Allah, bukan melaksanakan sesuatu kemudianbaru dirujuk kepada Allah.

Inilah dia individu-individu yang pertama dibentuk oleh Rasulullah SAW, yang menjadi batu-bata dalam mengikat padu jamaah Islam. Batu bata yang mengikat suatu jamaah yang bergerak melanda segala liku berduri. Keutuhan dan kesepaduan suatu jamaah yang telah diuji secara praktikal di dalam peperangan Badar, peperangan Uhud, peperangan Hunain dan beberapa siri peperangan yang lain. Peristiwa-peristiwa yang mengajar umat Islam bahawa mereka tidak boleh menyimpang walaupun sedikit daripada mengabdikan diri kepada Allah.

Mereka diberi kemenangan dalam peperangan Badar, meskipun jumlah mereka terlalu kecil. Tetapi oleh sebab jiwa mereka suci dan hati mereka bersih untuk tunduk mengabdikan diri kepada Allah semata-mata, maka mereka telah dianugerahkan dengan kekuatan dan kemenangan. Tidak ada kebendaan yang dicari dan tidak ada pengaruh duniawi yang menjadi matlamat dan tujuan dalam perjuangan mereka.

Sebaliknya, dalam peperangan Uhud, apabila hanya ada segelintir sahaja daripada jamaah Islam itu yang tidak mengikut arahan Rasulullah SAW mereka telah diajar dengan percikan darah yang menitis keluar daripada tubuh umat Islam, sehingga gigi Rasulullah SAW sendiri patah dan pipinya berdarah. Justeru kerana sedikit daripada mereka meninggalkan bukit strategi untuk mengejar ghanimah perang dan kebendaan, mereka telah diajar oleh Allah melalui syuhada’ yang bergelimpangan. Dan bagaimana mereka diuji sekali lagi secara jama'ah di dalam peristiwa peperangan Hunain tatkala mereka berbangga dengan jumlah mereka yang ramai. Mereka merasakan bahawa mereka tidak mungkin dapat dikalahkan :

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu mencapai kemenangan dalam banyak medan-medan perang dan di medan perang Hunain, iaitu semasa kamu merasa megah dengan sebab bilangan kamu yang ramai; maka bilangan yang ramai itu tidak mendatangkan faedah kepada kamu sedikitpun; dan (semasa kamu merasa) bumi yang luas itu menjadi sempit kepada kamu; kemudian kamu berpaling undur melarikan diri.” (Surah al-Taubah : ayat 25)


Peristiwa ini menjadi dalil yang kuat untuk membuktikan bahawa kejayaan dan kemenangan umat Islam, kegemilangan generasi Islam bukanlah bikinan manusia, tetapi ia adalah kurniaan daripada Allah Taala. Pertolongan dan kurniaan daripada Allah itu tidak akan datang secara percuma, walaupun Islam ini adalah agama yang diturunkan oleh Allah.

Hal ini sepertimana yang disebut oleh Al Syahid Sayyid Qutb di dalam bukunya Ma'alim fi Toriq;

“Meskipun Allah Taala boleh memberi kemenangan kepada umat Islam sebagaimana turunnya hujan dari langit, tetapi oleh kerana Islam itu diturunkan kepada manusia, maka kejayaan dan kegemilangan Islam ini hendaklah berjalan melalui proses kemanusiaan itu sendiri. Melalui sifat-sifat yang ada pada manusia, yang dibentuk melalui cara kehidupan manusia serta melalui tekanan dari penindasan yang dihadapi oleh mereka. Oleh kerana itulah Allah melatih dan membentuk mereka melalui wahyu secara individu dan jamaah, membentangkan di hadapan mereka ribuan tribulasi yang nyata dan praktikal. Sentuhan wahyu yang menggarap sikap dan semangat untuk memikul amanah Islam sehingga lahirnya individu-individu dalam rangkaian suatu jamaah yang padu dan kuat. Lahirnya jamaah Islam yang dapat melaksanakan perintah Allah tanpa syarat. Suatu jamaah yang tidak pernah menyimpang walau di saat wafatnya Rasulullah SAW. Mereka tidak mungkin dapat digugat, sebagaimana mereka tidak dapat digugat di zaman Rasulullah SAW.”
Generasi Para Sahabat yang dibentuk oleh Rasulullah SAW adalah generasi yang dapat memenuhi ciri-ciri jamaah Islam dan ciri-ciri individu yang menganggotai jamaah Islam. Mereka tidak pernah terpisah daripada risalah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dan mereka tidak juga bercita-cita untuk menukar aqidah keimanan mereka dengan sesuatu yang lain.

Mereka tetap taat menjunjung pesanan Rasulullah SAW, meskipun Rasulullah SAW sudah pergi dan tiada bersama mereka. Antara pesanan Baginda SAW kepada sahabatnya, “Aku tidak takut kepada kemiskinan yang mengenai kamu. Tetapi aku takut terhadap keduniaan yang dibentang kepada kamu, sehingga kamu menjadi binasa dengan dunia, sebagaimana umat yang terdahulu daripada kamu binasa.” (Hadith riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Lantaran itu, mereka thabat berpegang kepada slogan-slogan yang dilaungkan oleh golongan Muhajirin dan Ansar ketika mendirikan masjid Nabawi bersama-sama dengan Rasulullah SAW, “Wahai Tuhan, sesungguhnya tidak ada kehidupan melainkan kehidupan akhirat. Wahai Tuhan, berilah pertolongan kepada Muhajirin dan Ansar”.

Inilah generasi gemilang. Mereka tidak sedikit pun terikat kepada kehalobaan dunia, tetapi mereka memerintah dunia seluruhnya. Walaupun mereka diberi kemewahan dan kekayaan, tetapi mereka memerintah kemewahan dan kekayaan itu, bukannya terpedaya dengan pujukan rayu hawa nafsu lantas menjadi hamba kepada kemewahan. Ini menunjukkan kepada kita bahawa risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW merupakan risalah yang membentuk manusia berlandaskan keyakinan dan keimanan. Risalah yang tegak berpaksikan taqwa dan pengabdian kepada Allah Taala.

Generasi gemilang pertama yang bersama-sama dengan Rasulullah SAW dilahirkan di Semenanjung Tanah Arab, bumi yang kering kontang, tanpa hasil mahsul dan jauh dari tamaddun kebendaan. Keadaan tumbuhnya watak dan keperibadian gemilang generasi pertama ini menjadi suatu siratan yang penuh hikmat dan pengertian.

Kalaulah kemenangan Islam itu ditumpukan kepada kekuatan jumlah, maka lebih baik generasi ini dilahirkan di tempat yang mempunyai jumlah manusia yang ramai. Kalaulah kemenangan itu berdasarkan kepada kekuatan kebendaan, mengapakah Allah tidak melahirkan Rasulullah SAW itu di negeri Parsi, Rom, India atau China; negara-negara yang kaya dengan tamadun kebendaan. Tetapi hakikat ini tersimpul kemas dalam kenyataan bahawa kekayaan, kemewahan dan tamadun kebendaan bukanlah menjadi pra-syarat kepada matlamat kehidupan manusia, serta bukan juga menjadi pra-syarat untuk mendapat melahirkan generasi yang gemilang itu. Ia hanya menjadi alat semata-mata yang tidak mungkin berguna sama sekali melainkan ia diarahkan di atas landasan keimanan kepada Allah Taala.

http://www.tarbawi.my
#sumber

Share It

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...