Ilmu dan Amal

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika  tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak  menyampaikan amanat-Nya. 
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.  QS.Al-Maaidah [5] : 67
Sabda Baginda Rasulullah SAW, "Sampaikanlah dariku,  walaupun hanya satu ayat."
Petikan Minda :
Miskin harta tidak mengapa,
tapi jangan miskin idea dan jiwa.
Miskin idea buntu di dalam kehidupan.

Miskin jiwa mudah kecewa dan derita

akhirnya putus asa yang sangat berdosa.

ASSALLAMUALAIKUM W.B.T

Tuesday, March 29, 2011

Fitnah sudah menjadi barah!

Kata ‘Fitnah’ disebut di dalam Al Qur’an berulang-ulang, hal ini mengindikasikan sesuatu yang penting bagi manusia agar ia bisa selamat dari fitnah. Dalam realitas hidup, banyak sekali fitnah-fitnah yang terjadi di sekeliling kita baik terkait dengan fitnah kekuasaan, perempuan, popularitas, dan lain sebagainya.

Apa sebenarnya makna dari Fitnah itu?, Kata fitnah berasal dari kata ‘Fatana’, diambil dari istilah api untuk menguji keaslian emas. Sehingga bisa diartikan bahwa adanya fitnah di dunia ini, hikmahnya untuk mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu, seperti dapat dilihat pada QS Al-’Ankabut 2, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:” Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”.
Kata fitnah dalam Al-Quran mengandung beberapa arti sebagai berikut:

Pertama, Fitnah bermakna musibah atau malapetaka. Seperti yang diungkapkan dalam QS Al-Anfal 25: “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Alloh amat keras siksaan-Nya”. Sudah menjadi kaidah atau sunnatulloh dalam kehidupan, jika suatu masyarakat membiarkan maksiat terjadi di lingkungan sekitarnya, maka lingkungan itu akan tertimpa fitnah atau bencana. Namun sebaliknya, jika dalam masyarakat tercipta kebaikan-kebaikan taklim, maka akan tercipta kedamaian yang lebih dibandingkan fitnah.

Kedua, Fitnah bermakna sesuatu yg menyebabkan fitnah. Hal ini seperti terdapat dalam QS Al-Anfal 28, “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Alloh-lah pahal yang besar”. Ayat ini menjelaskkan bahwa harta dan anak jika tidak dikelola secara baik, maka ia akan menjadi fitnah. Lalu bagaimana cara kita menyikapinya? Harta harus diperoleh dengan cara yang halal, lalu setelah mendapatkannya digunakan sesuai dengan hak Alloh SWT dan manusia, yakni menunaikan zakat, menafkahi istri, anak, orang tua, berkorban untuk kelangsungan dakwah Islam, dll. Seandainya semua harta benda kita gunakan untuk ibadah, maka tidak ada anggaran untuk perbuatan maksiat.

Terkait dengan anak, bukan berarti anak itu fitnah, tetapi harus dimaknai bagaimana anak itu biar tidak menjadi fitnah. Sehingga menjadi kewajiban bagi orang tua memberikan tarbiyah / pendidikan islam yang baik kepada anaknya. Nabi saw berkata, “Setiap anak terlahir dalam fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi, atau majusi”. Dalam realisasinya, saat memilih sekolah orang tua harus melihat kurikulumnya. Apakah ilmu agama diajarkan dengan cukup atau tidak? Apakah guru-gurunya memahami Islam atau tidak?, Apakah gurunya bisa dijadikan teladan yang baik atau tidak? karena bagaimanapun juga anak akan banyak terpengaruh oleh guru-gurunya.

Ketiga, Fitnah bermakna Syirik. Salah satu ayat al-Quran berbunyi, “Dan perangilah orang kafir, sehingga tidak ada fitnah..”. Kenapa syirik menjadi fitnah besar?, karena perbuatan syirik akan melahirkan fitnah-fitnah lainnya yang saling terkait yakni membunuh dan berzina.

Bagaimana agar kita tidak syirik?, jawabannya perbahuruilah selalu iman kita. Perbanyaklah membaca, memahami, dan mengamalkan Laa ilaha illalloh. Senantiasa berdoa agar terhindar dari perbuatan syirik, serta bersungguh-sungguh dalam melakukan keikhlasan.

Sumber*

Nota :
Benarlah Al Quran menyatakan di akhir zaman ini fitnah yang berleluasa menjadi mainan seharian Pemimpin yang tamak haloba,gila kuasa dan pendendam.Semuanya berpaksi kepada nafsu dan amalan seharian yang fasik dan menuju kehancuran.Namun mereka amat bangga dan bermegah di mana kononnya merekalah pejuang keamanan dan keharmonian Islam.Benar,lidah di dunia ini dapat menafikan kebenaran secara selindung tapi apakah kebenaran dapat dinafikan nanti di sana?Allah Maha pengasih dan Penyayang,dipanjangkan umur mereka ini dan elok tubuh badan dan kesihatan,tapi adakah mereka menyedarinya dan mensyukuri nikmatnya serta bertaubat.

Dalam al-Quran perkataan fitnah disebut sebanyak 28 kali yang kebanyakan bermaksud ujian, dugaan atau cabaran dalam kehidupan. Sementara ayat yang dijadikan dalil bermaksud ujian yang boleh mengancam agama seperti syirik atau kufur. Ayat di atas sebenarnya berkaitan dengan perang. Cuba lihat keseluruhan ayat surah al-Baqarah,ayat 191.
“Dan bunuhlah mereka yang di mana sahaja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kamu (Mekah) dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram”.

Kejahilan pada mereka menyebabkan kini fitnah telah menjadi barah dan amat sukar sekali untuk dihapuskan kecuali rakyat bangun dan menukar pemerintahan kepada yang menjurus kepada pemerintahan AlKhalifah.Insaallah.

Friday, March 18, 2011

Tsunami di Jepun peringatan Allah kepada manusia seluruh alam..

Tsunami melanda negara Jepun. Sepastinya bencana Tsunami tersebut mengingatkan kita kepada peristiwa taufan dan banjir besar di zaman Nabi Allah Nuh Alayhi as-Salaam. Pada tsunami 2004, kematian mencecah lebih 120,000 dan tsunami di Jepun, setakat ini disahkan hampir 15,000 mangsa terkorban.

Banjir di zaman Nabi Nuh a.s. diketahui adalah banjir yang meliputi keseluruhan muka bumi dan pengetahuan tentang pernahnya berlaku banjir besar itu, diiktiraf oleh semua tamadun manusia.

Sewajarnyalah kisah di zaman Nabi Nuh Alaihi as-Salaam itu dijadikan iktibar. Ini adalah kerana, Allah SWT mengekalkan ingatan umat manusia kepada peristiwa di zaman Nabi Nuh itu supaya ia terus menjadi peringatan, amaran dan pengajaran bagi sekalian umat manusia, mukmin dan kafir. Firman Allah SWT di dalam surah al-Haaqqah ayat 11-12:

“Sesungguhnya ketika air banjir itu melampau-lampau limpahannya, Kami telah damparkan kamu dengan selamat di dalam bahtera (Nabi Nuh) itu. Agar dengan itu Kami jadikan peristiwa tersebut sebagai teladan bagi kamu. Dan untuk didengar serta diambil ingat oleh telinga orang-orang yang mahu menerima pengajaran”

Apabila kita meneliti beberapa potongan ayat al-Quran tentang bencana di zaman Nabi Nuh Alayhi as-Salaam, saya mendapat kefahaman bahawa ia tidak jauh berbeza dengan bencana Tsunami 2004 dan 2011. Cuma mungkin berbeza dari segi skala kerana Tsunami yang Allah SWT datangkan kepada kita hanya menelan manusia yang menghuni daratan perairan tertentu, tidak segenap pelusuk bumi.

Renungilah ayat-ayat di dalam surah Hud ayat 40 – 41 berikut:

“Dan apabila datang hukum Kami untuk membinasakan mereka dan air memancut-mancut dari muka bumi (faara at-tannur), Kami berfirman kepada Nabi Nuh: Bawalah dalam bahtera itu dua dari tiap-tiap sejenis haiwan (jantan dan betina) dan bawalah ahlimu kecuali orang yang telah ditetapkan hukuman azab atasnya (disebabkan kekufurannya), juga bawalah orang-orang beriman dan tidak ada orang-orang yang beriman yang turut bersama-samanya, melainkan sedikit sahaja.

Dan (ketika itu) berkatalah Nabi Nuh (kepada pengikut-pengikutnya yang beriman): Naiklah kamu ke bahtera itu sambil berkata: Dengan nama Allah bergerak lajunya dan berhentinya. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. ”

Kemunculan banjir besar di zaman Nuh itu bermula dengan limpahan air dari apa yang diistilahkan oleh al-Quran sebagai at-Tannur. At-Tannur ini pada makna asalnya adalah ketuhar atau oven yang digunakan untuk membakar roti. Ia dinamakan sedemikian rupa kerana di dalam ketuhar tersebut api marak membakar menyala-nyala di dalamnya.

Alangkah ganjilnya apabila kita cuba berfikir, bagaimana air keluar melimpah dari ketuhar yang di dalamnya api menyala-nyala!

Liqa’ Mutahaab FiLlaah

Sheikh Solah Abdul Fattah al-Khalidi di dalam kitabnya Al-Qasas Al-Qurani: ‘Ard Waqaa’ie’ wa Tahlil Ahdaath [Darul Qalam 1419H / 1998M] menyatakan bahawa hikmah Allah SWT di dalam hal ini amatlah besar. Sesuatu yang diketahui umum, air berfungsi memadamkan api. Akan tetapi jika api itu menyala-nyala di tengah air, bagaimanakah ia boleh dipadamkan? Bagaimanakah api dan air boleh ‘mesra’ di dalam ketuhar yang membakar itu?

Sesungguhnya fenomena seperti ini menggambarkan betapa miskinnya qudrat manusia untuk memadamkan api yang menyala-nyala itu sebagaimana mereka juga tidak mampu mengekang air yang melimpah-limpah dari punca api tersebut. [mukasurat 191]

Kita melihat fenomena banjir dan ombak besar di zaman Nabi Nuh Alayhi as-Salaam dan hubungkaitnya dengan ‘ketuhar’ itu dari satu sudut lain yang mungkin boleh difikirkan bersama. Pada tsunami 2004 dulu, kita sama-sama difahamkan bahawa ombak Tsunami iti dicetuskan oleh gempa bumi yang berlaku di dasar Lautan Hindi berhampiran Sumatera. Gempa bumi ini berkait rapat dengan Lingkaran Api Pasifik. Batu batan dan api yang membara di perut bumi ini menjadikan kawasan terbabit tidak stabil sehingga mencetuskan gelinciran benua dan jenis-jenis gempa bumi yang lain. Dalam erti kata yang lain, seolah-oleh ombak besar Tsunami ini datang dari ketuhar Lingkaran Api Pasifik yang disebutkan sebentar tadi.

Bahkan ombak besar yang melanda bencana di zaman Nabi Allah Nuh Alayhi as-Salaam itu juga lebih hebat dari Tsunami itu. Ia digambarkan seperti gunung oleh Surah Hud ayat 42 – 43:

“Dan bahtera itupun bergerak laju membawa mereka dalam ombak yang seperti gunung-ganang dan (sebelum itu) Nabi Nuh memanggil anaknya, yang sedang berada di tempat yang terpisah daripadanya: Wahai anakku, naiklah bersama-sama kami dan janganlah engkau tinggal dengan orang-orang yang kafir.

Anaknya menjawab: Aku akan pergi berlindung ke sebuah gunung yang dapat menyelamatkan aku daripada ditenggelamkan oleh air. Nabi Nuh berkata: Hari ini tidak ada sesuatupun yang akan dapat melindungi dari azab Allah, kecuali orang yang dikasihani olehNya dan dengan serta-merta ombak itu pun memisahkan antara keduanya, lalu menjadilah dia (anak yang derhaka itu) dari orang-orang yang ditenggelamkan oleh taufan. ”

Namun bagi kita hari ini, bagaimanakah sepatutnya kita mengambil pengiktibaran daripada bencana Tsunami tersebut? Apakah hanya dengan berfikir tentang usaha mengadakan sistem amaran awal semata-mata?

Kita bernasib baik kerana Tsunami itu tidak menelan semua sekali bahkan Malaysia mengalami keajaiban apabila angka kematiannya begitu kecil berbanding dengan negara jiran Acheh. Allah masih mengizinkan kita untuk bermuhasabah dan tidak membinasakan kita semua dengan suatu bencana yang tidak hanya menimpa golongan yang zalim semata-mata. Firman Allah SWT:

“Dan takutlah kamu kepada bencana yang tidak hanya menimpa golongan yang zalim semata-mata dari kalangan kamu secara khusus” (Al-Anfaal: 25)

Tsunami tidak menelan Pesta Pulau Pinang di Sungai Nibong. Tsunami tidak mengundang rebah Flat Pekeliling di Kuala Lumpur walaupun gegarannya cukup kuat untuk mendesak penghuninya lari bertempiaran. Tsunami ini belum seperti ‘Tsunami di zaman Nuh Alayhi as-Salaam’.

Pertamanya, terimalah hakikat bahawa bencana ini bukan ‘kejadian alam tanpa sebab’. Ia adalah amaran Allah. Ia adalah peringatan yang maha menakutkan. Tsunami di Acheh misalnya, yang menyaksikan penindasan pemerintah yang membunuh jutaan penduduk yang mahukan Acheh berdiri bebas merdeka. Bukit bukau di Acheh menjadi gunung kubur manusia yang dibunuh kejam. Tsunami menelan Selatan Thailand yang baru sahaja bermandi darah Muslim Tak Bai, Masjid Kerisik dan sebagainya. Thailand itu juga menyajikan industri seks sebagai tarikan pelancong ke Phuket dan lain-lain.

Tsunami juga menelan Sri Langka dan India yang menjadi pentas tradisi menyembelih umat Islam. Tsunami juga menelan Maldives yang menjadi destinasi pelancongan pengunjung warga Barat sehinggakan nilai Islamnya langsung tenggelam tidak kelihatan. Sesungguhnya Tsunami menelan tanah air dan anak watan yang begitu peri lakunya. Amat pedih untuk menyebut hakikat ini, namun kita perlu akur.

Janganlah terlalu saintifik sehingga tidak sudi memikirkan hakikat ini. Tiada kerosakan yang berlaku di muka bumi ini kecuali dengan asbab. Firman Allah SWT di dalam surah Ar-Rum ayat 41:

“Telah timbul berbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia; (timbulnya yang demikian) kerana Allah hendak merasakan mereka sebahagian dari balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka telah lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat)”

Seterusnya, ingatlah kembali kepada apa yang telah disebutkan di awal tadi, bahawa Allah SWT mengekalkan kisah ini di dalam ingatan sekalian manusia, agar kita semua mengambil peringatan.

Qatadah telah menyebut sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari [Sahih al-Bukhari nombor 4869], “Allah SWT telah mengekalkan kapal Nuh supaya ia sampai kepada pengetahuan generasi awal umat ini”.

Sebagai penutup, renungilah wasiat Nabi Nuh Alaihi as-Salaam kepada anak-anaknya yang beriman sebelum baginda wafat pulang kepada Allah.

Imam Ahmad dan al-Bayhaqi telah meriwayatkan daripada Abdullah bin ‘Amr bin al-’Aas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

Suatu ketika kami sedang bersama-sama dengan Rasulullah SAW. Kemudian datang seorang lelaki dari pedalaman yang memakai jubah besar berwarna hijau (Seehan) dan dihiasi dengan sutera. Lalu Rasulullah SAW berkata:

“Sesungguhnya sahabat kamu ini telah meninggalkan setiap pahlawan berkuda anak pahlawan berkuda serta mengangkat setiap pengembala anak pengembala! (Pakaian yang melambangkan keangkuhan pemakainya)” Lalu Baginda SAW memegang jubah lelaki tersebut dan berkata kepadanya “Aku melihat engkau memakai pakaian orang yang tidak berakal!” Kemudian Rasulullah SAW berkata lagi “Sesungguhnya Nabi Allah Nuh Alayhi as-Salaam ketika nazak menghadapi kematian, beliau berkata kepada anaknya:

“Sesungguhnya aku mahu meninggalkan wasiat kepada kamu. Aku perintahkan kepada kamu dua perkara dan aku tegah kamu daripada dua perkara. Aku perintahkan kamu dengan Laa Ilaaha IllaLlaah. Sesungguhnya jika tujuh petala langit dan bumi diletakkan di suatu timbangan dan Laa Ilaaha IllaLlaah diletakkan di suatu timbangan yang lain, nescaya Laa Ilaaha IllaLlaah itu lebih berat. Seandainya tujuh petala langit dan bumi itu suatu rangkaian yang samar dan rapuh, ia terjalin kukuh dan kemas dengan Laa Ilaaha IllaLlaah.

Aku juga memerintahkan kamu dengan Tasbih dan Takbir. Sesungguhnya dengan demikian terhasil kesejahteraan setiap sesuatu dan dengannya jua makhluk dikurniakan rezeki.

Aku tegah kamu dari Syirik dan Kibr (takabbur)”

Sahabat bertanya, Ya Rasulallah, sesungguhnya Syirik itu telah kami arif mengenainya. Namun, apakah yang dimaksudkan dengan Kibr? Adakah menjadi Kibr jika seseorang itu memakai sepasang kasut yang baik dengan talinya yang baik?

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak”

Kata Sahabat berkenaan, atau apakah dengan seseorang itu mempunyai perhiasan dan beliau memakainya (lalu dianggap Kibr)?

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak”

Kata Sahabat berkenaan lagi, atau apakah seseorang itu mempunyai haiwan tunggangan dan beliau menunggangnya (lalu dianggap Kibr)?

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak”

Kata Sahabat tersebut, atau adakah jika sesiapa di kalangan kami mempunyai ramai teman dan beliau duduk bersama mereka (lalu dianggap Kibr)?

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak”

Lalu Sahabat tersebut bertanya, kalaulah begitu ya Rasulallah, maka apakah sebenarnya Kibr itu?

Nabi SAW menjawab, “Al-Kibr itu ialah meremeh-temehkan kebenaran (safah al-haq) dan menindas manusia (ghamth an-Naas)!”

[Dikeluarkan oleh Ahmad di dalam al-Musnad 2: 169, 170, 225. Dan oleh al-Bayhaqi di dalam al-Asmaa' wa as-Sifaat: 79]

Inilah pesanan Nabi Allah Nuh Alaihi as-Salaam kepada anaknya sebelum wafat. Dan kita ini semua adalah cucu cicitnya baginda. Terimalah nasihat ini sebagai peringatan.

Sesungguhnya Tauhid dan Kalimah Tauhid adalah sebesar-besar perkara di dalam hidup ini. Menjadikan ia sebagai fokus diri, dan seterusnya disempurnakan pula dengan Takbir membesarkan Allah dan Tasbih mensucikanNya pada lisan dan perbuatan. Syirik yang muncul dengan pelbagai versi di dalam kehidupan kita hari ini bersama perbuatan angkuh, bongkak, takabbur atau Kibr itu pula hendaklah dijauhi. Sesungguhnya Syirik dan takabbur itu telah menjadi syiar dan cara hidup ramai manusia pada hari ini.

Manusia angkuh dengan Allah, orang ramai bongkak dengan hukum hakamNya, malah masih berani berpesta di Sungai Nibong walaupun bencana Tsunami hanya beberapa kilometer jaraknya. Selepas teguran dibuat oleh Mufti satu ketika dahulu dan orang ramai, TV3 masih tidak segan silu meneruskan silsilah Konsert Sure Heboh yang hanya mengukuhkan lagi hedonisma sebagai rukun kehidupan masyarakat sekarang. Di dalam beberapa pilihanraya kecil, parti kerajaan merancakkan program hiburan dengan lori 1Malaysia bersama penari separa bogel. Tidakkah sikap begini bermaksud memperlekehkan kebenaran? Bukankah sikap ini yang terpilih menjadi amaran Nabi Allah Nuh yang menyaksikan umatnya ditenggelamkan ‘Tsunami’?

Ada juga suara-suara yang membela kononnya, tsunami takkan berlaku di Malaysia. Kita selamat. Malah kita boleh bina logi nuklear kerana tsunami takkan berlaku di Malaysia, katanya. Kononnya kita mempunyai sistem kalis-gagal selaras dengan kemajuan yang telah dicapai oleh sains dan teknologi, dan orang ramai tidak perlu takut mengenai keselamatannya. (UKM Portal)

Keangkuhan suara itu samalah seperti keangkuhan suara anak Nabi Nuh seperti yang dikisahkan di dalam Surah Hud tadi. Ia benar-benar mencabar Allah s.w.t. Kita ulangkan petikan Surah Hud ayat 42 – 43 tadi:

“Dan bahtera itupun bergerak laju membawa mereka dalam ombak yang seperti gunung-ganang dan (sebelum itu) Nabi Nuh memanggil anaknya, yang sedang berada di tempat yang terpisah daripadanya: Wahai anakku, naiklah bersama-sama kami dan janganlah engkau tinggal dengan orang-orang yang kafir.

Anaknya menjawab: Aku akan pergi berlindung ke sebuah gunung yang dapat menyelamatkan aku daripada ditenggelamkan oleh air. Nabi Nuh berkata: Hari ini tidak ada sesuatupun yang akan dapat melindungi dari azab Allah, kecuali orang yang dikasihani olehNya dan dengan serta-merta ombak itu pun memisahkan antara keduanya, lalu menjadilah dia (anak yang derhaka itu) dari orang-orang yang ditenggelamkan oleh taufan. ”

Apabila masyarakat kita diperingatkan dengan kebenaran, ramai yang gembira mempersendakan kebenaran tersebut. Ramai yang memperlekehkan ayat-ayat Allah tanpa segan silu. Bahkan dengan sifat jelek seperti itu, tidak hairan jika ramai pula yang zalim, menindas sesama manusia sama ada dengan kuasa, akta, mahu pun sikap dan tanduk di peringkat individu.

Apakah kita mahu menunggu sehingga bumi Malaysia tersenak hidung dengan gelimpangan mayat seperti di Jepun, di Acheh, baru mahu tersentak dari kelekaan semua dan selama ini? Setiap kali menonton siaran berita di televisyen, kita tidak dapat menahan sebak di dada. Tetapi apabila mengenangkan kebiadapan manusia hari ini, mungkin Tsunami sahaja yang mampu memecahkan tempurung kepala kita hari untuk untuk faham dan menginsafi kuasa Allah SWT. Ceramah tak makan, motivasi tak jalan, nasihat tak dilayan, teguran dipinggirkan, yang menang akhirnya tetap hiburan dan keseronokan. Tidakkah kita sebenarnya sudah terlalu jauh pergi meninggalkan sifat diri sebagai hamba Tuhan? Tepuk dada tanyalah iman…

Salam takziah untuk tamadun manusia.

”Apakah penduduk negeri itu merasakan aman dari bala Allah pada waktu malam ketika mereka sedang tidur. Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari bala Allah pada waktu pagi sedang mereka bermain atau bekerja. Apakah mereka merasa aman dari azab Allah(jadi mereka boleh hidup berseronok hingga melanggar hukum Allah). Tidaklah yang merasa aman dari azab Allah melainkan orang yang rugi.” (Al-A’raaf 98-99)

sumber*
muhdhazrie/GB

TSUNAMI JEPUN-Lambang Tumbangnya Teknologi Sains; Menangnya Teknologi Roh Serta Mesej Dari Tuhan





Riuh rendah hiruk pikuk tunggang terbaliklah dunia akibat gempa bumi,tsunami dan akibat-akibat yang melanda Jepun hari ini. Kejadiannya tidak sebesar Acheh,tapi kesannya jauh lebih merbahaya. Berapa banyak negara yang turut terkena tempiasnya. Berapa banyak kerugian dilaporkan yang melibatkan negara-negara berkuasa didunia. Diwaktu ini,segala teknologi yang sekian lama dibanggakan,hanya mampu dibiarkan tenggelam,terbakar,hancur dan hanyut beserta penderitaan yang tersisa.




Jepun dikenali sebagai negara yang cukup tinggi teknologinya. Bahkan Malaysia sendiri pernah mengambil dasar pandang ke timur sebagai menunjukkan kekaguman terhadap negara matahari terbit itu. Dengan kecanggihan teknologi mereka hingga mampu menjadi kiblat kepada negara-negara didunia,saya kira mereka terlahir sebagai satu bangsa yang sombong. Secara lahirnya orang-orang jepun ini lemah lembut dan kaya dengan adat dan kesopanan,namun,dalam hal menolak Tuhan,itu adalah dikira sombong yang paling tinggi. Apa ertinya teknologi tanpa Tuhan? Tidak terbuktikah lagi dengan banyaknya kejadian bunuh diri dikalangan rakyat? Justeru itulah bukti yang paling nyata bahawa,teknologi tidak akan mampu mengisi setiap keperluan insan. Sedangkan Tuhan menciptakan manusia dengan satu fitrah iaitu rasa ingin bertuhan. Dan jika fitrah itu dinafikan,lahirlah manusia yang berputus asa,kecewa,hampa dan akhirnya terjerumus ke neraka.




Hairan! Seluruh dunia termasuk Malaysia bangkit marahkan mereka-mereka yang dilihat kurang sensitif dalam memperkatakan kejadian di Jepun. Semua orang saat ini melahirkan simpati sebesar-besarnya terhadap rakyat yang ditimpa musibah. TAPI,dalam hal Jepun merosakkan manusia dengan keyakinannya bahawa teknologi itulah Tuhan mereka,kenapa tiada seorang pun yang bangun menentangnya? Apakah jepun dan teknologinya itu jauh lebih besar dari Tuhan? Apakah kemahiran mereka itu lebih hebat dari kuasa Tuhan? Sekian lama mereka mencabar kekuasaan Tuhan,sekali Tuhan ranapkan semuanya,baru tahu! Malangnya,itupun tidak dapat membuka mata manusia. Sudah buta semuanya!




Negara yang jelas-jelas menyesatkan Tuhan itu mendapatkan promosi yang sangat hebat diseluruh dunia. Hatta orang islam sendiri sangatlah mengagungkan Jepun. Tak nampak kah betapa teknologi Tuhan itu mengatasi segalanya? Siapa yang dapat membendung bencana yang Tuhan turunkan? Siapa yang dapat menyelamatkan suasana disaat ditimpa bala? Kenapa diwaktu Tuhan memperlihatkan kuasanya,tiada siapa yang bangkit mempromosikanNya? Mengapa setiap perkara yang datangnya dari Tuhan tidak mendapatkan perhatian? Adilkah begitu? Pandai kita mempersoalkan keadilan Tuhan yang dilihat seakan tidak bersimpati dengan mereka yang ditimpakan kejadian-kejadian ini. Tapi kita? Cukup adilkah kita terhadap Tuhan maha agung dalam memperkatakan kebesaran,kehebatan dan kekuasannya? Jahat! Jahatnya kita!




Cukuplah..! Sudah cukup selama ini kita menzalimi Tuhan. Padahal segala yang kita ada semuanya milik Tuhan. Kalau Tuhan tidak izinkan kita bernafas,matilah kita serta merta. Mana nak dapatkan udara selain yang Tuhan punya? Mana nak dapat bumi selain yang Tuhan miliki?

Tuhan buatkan tsunami di jepun itu,bukan hanya untuk mereka. Tapi juga untuk kita,juga untuk dunia. Tuhan sedang berkata bahawa Dia lah Tuhan yang memiliki semua kerajaan langit dan bumi. Tuhan sedang promosikan diriNya betapa Dia adalah pemilik segala teknologi yang jauh lebih hebat dan canggih dari yang diciptakan manusia. Padahal,Tuhan lah hakikatnya yang memberikan akal pada manusia untuk sampai mampu membina segala kejayaan itu.




Segeralah sedar,segeralah kembali pada Tuhan yang mencatur semua ini! Jangan sampai Tuhan bertindak lagi. Katakanlah pada Tuhan betapa kita sudah sangat takut dan derita dengan semua ini. Berjanjilah padaNya kita tidak akan lagi melupakan Dia. Kita akur dan taat padaNya.

Tuhan..ampunkanlah kami. Tolong taubatkan kami. Tolong selamatkan kami..

SUMBER [Puteri Fata At-Tamimi]

Tuesday, March 15, 2011

Tsunami di Jepun peringatan Allah kepada manusia !

Kematian dan kemusnahan melahirkan rasa insaf kepada manusia yang masih hidup. Sesungguhnya manusia, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis daripada Anas menyatakan anak Adam itu akhirnya akan tua, tetapi ada dua perkara yang kekal, iaitu nafsu dan kehendak yang keras.

Dalam sebuah hadis dari Abu Darda' pula dinyatakan bahawa sekiranya tidak ada tiga perkara, tidak ada anak Adam yang akan menundukkan kepalanya, iaitu kefakiran, sakit dan kematian. Di sebalik tiga perkara itu ada balasan ataupun hikmahnya.

Kematian dan kemusnahan sewajarnya menjadi renungan kepada manusia yang masih hidup. Setiap orang perlu mengambil iktibar daripadanya. Rasulullah menyuruh agar setiap orang yang beriman itu menziarahi kubur-kubur. Dengan berbuat demikian, ia akan memberi peringatan akan kehidupan di akhirat.

Baginda juga menyuruh agar setiap orang itu mengendalikan mayat, mandi, mengkafan dan juga mengurus jenazah di kubur, kerana sesungguhnya mengurus jasad orang yang mati itu merupakan nasihat atau peringatan yang mendalam.

Sembahyangkan jenazah kerana dengan berbuat demikian ia akan melahirkan rasa insaf diri. Orang yang sedih itu sentiasa dalam naungan Allah dan akan memperoleh kebajikan.

Memikiri tentang kematian dan kemusnahan itu melahirkan rasa insaf diri. Membuktikan bahawa setiap yang hidup itu akan musnah dan mati. Hanya masa sahaja yang menentukan. Setiap sesuatu yang berada di muka bumi ini akan binasa. Yang kekal hanya zat Allah, Yang Maha Agung lagi Mulia (ar-Rahman: 26).

Di mana sahaja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, biarpun kamu berada dalam benteng yang kuat dan begitu kukuh. (An-Nisa': 78).

Hasil daripada pemerhati kemusnahan dan kematian, apatah lagi dengan merenung kemusnahan tsunami baru-baru ini manusia yang berakal dan berupaya menggunakannya untuk berfikir akan mengingsafi bahawa Allah itu adalah zat yang agung lagi perkasa yang tidak ditandingi oleh sesuatu, Dialah Pencipta yang menghidupkan lagi mematikan.

Urusan Allah itu, apabila Ia hendak sesuatu itu berlaku, Ia memerintahkan dengan firmannya: Jadilah! Maka akan berlakulah. Dalam keadaan seumpama ini, setiap orang perlu sentiasa berwaspada, bahawa semuanya boleh berlaku di luar dugaan atau jangkaan manusia.

Monday, March 7, 2011

Rokok :Agenda yahudi - Fakta yang perlu anda ketahui






Mungkin Anda berpikir sudah mengetahui semua hal yang negative tentang rokok. Tapi tunggu dulu, fakta terbaru ini bisa jadi akan mengagetkan Anda. Studi terbaru tentang rokok yang dilakukan University of Sidney menemukan, bahwa rokok menunjukkan kandungan darah babi.

Profesor Simon Chapman dari University of Sydney mengatakan, penelitian di Belanda baru-baru mengidentifikasi 185 menggunakan unsur yang berbeda dari babi - termasuk penggunaan hemoglobin dalam filter rokok. "Komunitas Islam dan Yahudi tentu menganggap masalah ini sangat serius, termasuk kaum vegetarian," kata Simon Chapman dari Universitas Sydney. Muslim dan Yahudi keduanya memiliki ajaran melarang konsumsi daging babi.

Menurut studi baru-baru ini, hemoglobin babi, protein darah, digunakan dalam rokok untuk membuat filter lebih efektif berfungsi sebagai perangkap bahan kimia berbahaya sebelum asap rokok masuk ke paru-paru seorang perokok. Chapman mengatakan bahwa tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti merek mana yang menggunakan hemoglobin babi.

Jika Anda seorang perokok, dan Anda seorang Muslim atau Yahudi, maka Anda ingin mengetahui rokok yang Anda hisap mengandung unsure hemoglobin babi atau tidak. Tapi sejauh ini tidak ada cara untuk mengetahuinya karena perusahaan rokok tidak transparan dan merahasiakan bahan-bahan yang digunakannya, terang Chapman.

Penemuan dari berbagai tempat, lebih dari 100 juta orang Arab Muslim dalam situasi yang sangat tergantung pada rokok. Meski fatwa tentang larangan rokok sudah diterbitkan, tidak banyak membantu menghentikan para perokok. Dan mungkin, fakta terakhir ini lebih membantu orang untuk berhenti merokok.

Filter rokok dibuat bertujuan untuk mengurangi jumlah asap yang dihirup. Pertama kali ditemukan oleh Boris Aivaz Hongaria pada tahun 1925. Rokok yang disaring pertama diproduksi pada tahun 1927. Pada tahun 1935, sebuah perusahaan Inggris mulai mengembangkan sebuah mesin yang memproduksi rokok filter. Pada tahun 1960-an, sebagian besar rokok telah berfilter. Filter rokok terbuat dari bahan halus yang disebut selulosa asetat, diekstrak dari kertas krep. Tapi ternyata itu belum semua, ada bahan-bahan tersembunyi yang masih tidak diketahui oleh publik.Bukan hanya merokok itu membawa maut tetapi penyelidik mengakui tisu darah babi digunakan untuk membuat filter (penyendat) rokok.

Pada pengakuan yang memungkinkan mengakibatkan rasa bingung dan cepat terkejut kepada perokok, seorang penulis Belanda akan mengeluar sebuah buku yang mendakwa darah babi (khinzir) digunakan sebagai bahan membuat filter (penyendat) rokok.

Buku berjudul Pig 05049 yang ditulis oleh Christien Meindertsam menyenaraikan 185 cara anggota-anggota babi boleh digunakan termasuk gula-gula, shampoo, roti, bird dan peluru. Mengikut buku ini, Hemoglobin (darah) babi digunakan untuk menapis racun atau kimiayang berbahaya yang berada pada rokok.

The Indonesian Consumer Protection Foundation (YLKI) meahu pihak berkuasa menyelidiki dakwaan ini. “Kalau dakwaan ini benar National Food and Drug Monitoring Agency (BPOM), the Ministry of Health and the Indonesian Ulema Council’s Food and Drug Analysis Agency (LPPOM) wajib membuat penyelidikan sampel dengan kadar yang segera.,” rayu Tulus Abadi, Pengerusi YLKI, kepada Jakarta Globe.

Mengikut Tulus pengeluar rokok memang mengunakan penyendat rokok dan tidak ada yang diproses secara local.

Professor Simon Chapman dari The School of Public Health di University of Sydney berkata dalam Web university tersebut, “many devout Islamic and Jewish smokers and some vegetarians would be horrified to think they were putting a filter in their mouth which contained a pig product.”

Sumber :*1 , *2

Sunday, March 6, 2011

Misteri kehidupan umat di zaman Nabi Nuh

>> Friday, March 4, 2011


Sesungguhnya Piramid Agung bukanlah dibina ketika pemerintahan Firaun Khufu (Cheops) tetapi telah dibina berkurun sebelumnya oleh kerajaan-kerajaan silam yang lepas. Firaun-firaun Mesir hanyalah membaik pulih sahaja piramid-piramid ini yang diwarisi mereka. Hakikat ini lama-kelamaan disedari oleh ramai pengkaji tetapi ia terlalu lama untuk dapat dipercayai oleh masyarakat dunia. Anda boleh tonton filem 10000 B.C dimana terdapat kaum yang membina Piramid ditengah-tengah padang pasir untuk mendapatkan gambaran tentang hal ini. Arkiteknya dalam menentukan lokasi piramid terpaksa melihat jarak bintang dilangit dan koordinasi buruj-buruj dimana pada masa yang sama dia juga adalah ahli astronomi dan ahli nujum Istana.







Gambaran kerja pembinaan piramid [filem 10 000 BC]

Kedudukan ketiga-tiga piramid termasuk Piramid Agung Giza adalah bertepatan dengan kedudukan buruj Orion di langit, dan mengarah tepat ke arah kiblat. Ini antara misteri paling terbesar dalam sejarah kemanusiaan. Siapakah bangsa agung yang mula-mula merencanakan pembinaan Piramid? Sesungguhnya Piramid Mesir adalah penunjuk kiblat paling besar yang terdapat dibumi di mana Allah Yang Maha Agung telah menciptakan bintang-bintang Orion sebagai tanda kiblat dilangit. Piramid Mesir adalah petunjuk arah ke Baitullah di bumi manakala bintang Orion adalah petunjuk arah ke Baitul Makmur di langit. Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia. Bangsa misteri yang membina piramid terawal sudah tentu sebuah bangsa yang teramat bijak dan genius dan di zaman itu kemajuan material adalah setanding malah lebih maju dari apa yang kita dapati hari ini.

Tidak percaya?. Cuba anda bayangkan kehidupan manusia sebelum berlakunya banjir besar di zaman Nabi Nuh. Bayangkan kehidupan mereka adalah teramat canggih dengan kereta-kereta mewah dan kotaraya-kotaraya bercahaya serta pesawat-pesawat terbang seperti UFO yang bersimpang siur di udara. Setiap rumah terdapat sistem komputer yang canggih dan kemudahan internet kelajuan tinggi. Tetapi adakah semua itu berguna setelah banjir besar melanda seluruh dunia. Tidak, tidak sama sekali. Nabi Nuh terpaksa memuatkan kapalnya dengan manusia, haiwan-haiwan yang berpasangan serta spesis-spesis tumbuh-tumbuhan yang terpilih. Di sini kita dapat mengetahui bahawa 'profesion' Nabi Nuh bukan sahaja seorang pengembang agama tetapi juga pakar sains zoologi yang handal.




Nabi Nuh boleh membina kapal yang teramat besar hanya berbekal pengikut yang tidak sampai 100 orang? Fikirkan. Seratus (100) orang itupun ada yang wanita dan kanak-kanak jadi jumlah pekerja untuk membina bahtera Nabi Nuh teramatlah sedikit. Malahan pula, para pengikut Nabi Nuh as terdiri daripada orang miskin yang lemah dan melarat sahaja. Nabi Nuh juga telah membina kapalnya dalam jangka masa yang terhad (sesetengah pendapat mengatakan dalam beberapa minggu sahaja). Misteri ini benar-benar memeningkan pengkaji malah ada juga pengkaji Barat yang mendakwa bahawa, Bahtera Nabi Nuh dibina oleh makhluk asing. Sebenarnya kita tidak akan hairan dengan kemampuan Nabi Nuh ketika itu jika kita membayangkan kemajuan manusia sebelum Banjir Besar adalah seperti kemajuan pada masa kini sekurang-kurangnya. Kita boleh membayangkan yang Nabi Nuh membina bahtera di dalam hangar kapal yang besar berserta peralatan dan mesin-mesin yang canggih dibantu sistem perkomputeran yang termaju.




Masih tidak percaya?. Jika kita lihat pada kronologi kemajuan manusia, kita boleh melihat logik atau tidak kenyataan ini. Biar kita ambil jangkamasa dari lahirnya Nabi Isa mengikut kalendar Masehi iaitu 1 Masehi hingga 2009 Masehi. Bagaimana kehidupan manusia di zaman Nabi Isa hidup. Bagaimana kemajuan manusia selepas 2000 tahun selepas kelahiran Nabi Isa? Berapakah jangkamasa Adam manusia pertama sehingga peristiwa Banjir Besar di zaman Nabi Nuh. Katakanlah lebih kurang 2000 tahun (ini anggaran yang amat minimum memandangkan jangkamasa dari manusia pertama turun ke Bumi sehingga Banjir Besar boleh memakan masa beribu-ribu tahun), maka logiklah kemajuan manusia mencapai tahap terhebat dan maju ketika Banjir Besar.


Mayat bergelimpangan di Kota Kuno Mohenjo-Daro mengandung radioaktif

Maka jika berfikir seperti ini, kita tidak akan terkejut dengan kisah-kisah seperti Atlantis dan Lemuria serta Kerajaan Rama yang mempunyai pesawat-pesawat terbang seperti UFO. Peperangan juga melibatkan kuasa nuklear seperti kesan-kesan yang ditemui di Mohenjo-Daro dan Harappa.

Tetapi adakah semua kemajuan itu berguna berguna apabila tibanya bala bencana? Semua kemajuan itu habis tenggelam bersama-sama orang musyrik yang mengingkari perintah Allah SWT setelah hanyut dalam arus kemajuan material dan kecanggihan teknologi yang mengkhayalkan. Manusia ketika itu semakin rakus dengan kebendaan dan berbuat maksiat secara terang-terangan. Tidak hairan jika terdapat parti bogel di sana-sini. Pesta-pesta mandi buih acapkali diadakan di festival-festival besar. Konsert-konsert muzik yang mengkhayalkan seringkali diakhiri dengan pesta seks yang menghairahkan dihadapan sembahan-sembahan berhala yang mereka pertuhankan. Dakwah Nabi Nuh dikesampingkan walaupun sering keluar di media-media antarabangsa.



Bateri Baghdad yang ditemui oleh ahli arkeologi Austria

Mungkin anda berasa lucu dengan senario yang dipaparkan di sini. Ini kerana anda memikirkan Nabi Nuh hidup seperti orang gua, bercucuk tanam dan mengembala kambing sahaja. TIDAK SAMA SEKALI. Lihatlah lukisan-lukisan misteri di dinding kuil-kuil Firaun yang menceritakan satu mitos purba tentang penghasilan tenaga elektrik siap dengan lukisan kabel bawah tanah dan filemen elektrik. Penemuan bateri purba di Iraq dan cakera padat purba Dropa (sehingga kini tidak diketahui sama ada ia berbentuk CD, CD-RW, DVD, DVD-RW atau sebagainya) di China.

Masih lagi tak percaya? anda boleh ke web ini
http://www.ancientmysteries.eu/gallery%20pictures%20UK.html
Web yang mengumpulkan misteri yang tak terungkai disebabkan kita yang percaya kitalah masyarakat paling moden.



Carkera padat purba yang ditemui di China

Dan yang paling menggemparkan adalah penemuan loji nuklear berusia lebih 2 juta tahun di Oklo, Afrika! Apakah maksud semua ini? Berapa umur Bumi sebenarnya? Berapa umur umat manusia sebenarnya?. Kita tidak boleh menganggarkannya berdasarkan kajian Barat (buku rujukan sejarah di Malaysia banyak merujuk kepada sumber Barat) yang dipengaruhi oleh The Hidden Hand seperti Illuminati dan Freemason. Mereka sebenarnya mempunyai sebab untuk mengelirukan umat manusia. Segala kenyataan sebenarnya amat jauh dari apa yang kita dapat bayangkan.



Maka setelah Banjir Besar, para pengikut Nabi Nuh pun bertebaranlah di muka bumi sehelai sepinggang setelah meninggalkan kehidupan moden dan canggih mereka ditelan banjir. Mereka kembali menjadi orang gua dan mula berburu, bercucuk tanam dan mengail ikan.



Seperti yang dirakamkan di dalam Al-quran:
Apakah mereka tidak memperhatikan beberapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, iaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai yang mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka kerana dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
Qs.Al-An'am: 6
Di waktu-waktu malam mereka mungkin berkumpul di tepi unggun api sambil mendengar cerita orang-orang tua dikalangan mereka mengenai kehidupan moden dan canggih mereka suatu ketika dahulu seperti menaiki bas dan komuter (kebanyakan pengikut Nabi Nuh adalah miskin) dan ada juga yang pernah menaiki kereta. Mereka juga mungkin menceritakan bangunan-bangunan tinggi dan komputer.





Betapa kukuhnya binaan bahtera Nabi Nuh as ini, hinggakan binaan asalnya masih kukuh hingga kini. Gambar diatas (atas sekali) adalah satu sudut dalam bahtera Nabi Nuh, manakala gambar dibawah pula ialah bahan besi yang diperolehi daripada struktur bahtera tersebut. Gambar tersebut diiambil setelah kumpulan arkeologi dari Turki dan China berjaya memasuki bahtera Nabi Nuh as yang terdampar di puncak Gunung Ararat di Turki.

Dipetik dari : Sumber *

Nota : Kebenaran Al-Quran terungkai satu demi satu bagi mereka yang mahu memikirkannya dam menfaatkannya.

Tuesday, March 1, 2011

Saman : Ketahui hak anda


Jika seseorang rakyat telah dinafikan hak mereka menggunakan harta (kenderaan) mereka tanpa alasan yang berlandaskan peraturan dan undang-undang maka Perkara 13 (b) menyatakan bahawa pampasan hendaklah diberikan. Ini bermaksud jika JPJ menghalang seseorang memperbaharui cukai jalan yang menyebabkan kenderaan tidak boleh digunakan, maka JPJ hendaklah membayar pampasan kepada pemilik kenderaan tersebut.

Hujah ini adalah bersandarkan keputusan kes Leonard Lim Yaw Chiang lwn Director of Jabatan Pengangkutan Jalan Negeri Sarawak yang telah diputuskan pada tahun 2009. Di dalam kes ini, seorang rakyat bernama Leonard Lim Yaw Chiang telah disenarai hitam dan dihalang oleh JPJ Sarawak dari memperbaharui cukai jalan kereta beliau. Beliau telah memohon kepada Mahkamah Tinggi Kuching untuk memutuskan bahawa tindakan JPJ menyenarai hitam dan menghalang beliau memperbaharui cukai jalan adalah salah. Beliau juga memohon gantirugi daripada JPJ di atas kehilangan penggunaan kereta beliau selama kereta tersebut tidak boleh digunakan kerana tiada cukai jalan.

Mahkamah telah memutuskan bahawa JPJ tidak boleh menyenarai hitam kenderaan di atas suatu kesalahan yang belum dibuktikan di Mahkamah. Tindakan JPJ menyenarai hitam diputuskan telah bertentangan dengan Perkara 13 Perlembagaan. JPJ juga telah diarahkan membayar gantirugi kepada pemohon dalam kes itu kerana kesusahan beliau tidak dapat menggunakan kenderaan sehingga terpaksa menyewa kenderaan lain.

Justeru di sini ingin dimaklumkan kepada pemandu-pemandu dan pemilik-pemilik kenderaan yang dinafikan hak mereka memperbaharui cukai jalan dan lesen memandu, bahawa hak anda dilindungi oleh Perlembagaan. Pihak berkuasa tidak boleh sewenang-wenang menafikan hak anda.

Berbalik kepada tawaran Kerajaan memberikan diskaun pembayaran saman sehingga hari ini 28/2/2011. Ingin dimaklumkan bahawa tindakan ini tetap salah. Isu utamanya ialah bukan jumlah bayaran kompaun atau denda itu RM300 atau RM150 atau pun RM50. Isu utamanya adalah, ADAKAH SESEORANG ITU BENAR-BENAR MELAKUKAN KESALAHAN YANG DIDAKWA SEHINGGA MEREKA WAJIB MEMBAYAR DENDA?

Perlu diambil perhatian bahawa untuk menguatkuasakan sesuatu peraturan dan undang-undang, sesebuah pihak berkuasa hendaklah juga mengikut peraturan dan undang-undang. Saman tidak boleh tertunggak. Jika ada yang tertunggak maka ianya bukan saman. Saman hendaklah dikemukakan di Mahkamah. Orang yang disaman (OKS) hendaklah diserahkan saman dan diperintahkan hadir ke Mahkamah untuk menjawap saman itu. Jika OKS mengaku salah maka mahkamah akan memerintahkan OKS itu membayar denda. Jika denda dibayar maka saman itu selesai dan tidak akan tertunggak. Jika saman diserahkan kepada OKS tetapi OKS tidak hadir ke Mahkamah, maka mahkamah akan keluarkan waran tangkap suapaya OKS hadir mahkamah. Maka proses yang sama akan berlaku iaitu OKS akan ditanya mangakui kesalahan atau meminta bicara. Jika mengaku maka akan diarahkan supaya bayar denda bagi saman itu. Maka selesailah saman itu. Tidak tertunggak. Jika tidak mengaku maka akan dibicarakan. Bergantung kepada keputusan mahkamah, jika didapati salah selepas bicara, maka akan diperintahkan untuk bayar denda. Selesai lah saman itu. Jika tidak bersalah maka luput juga samann itu. Tidak tertunggak.

Soalannya kenapa ada saman tertunggak? Jawapannya pertama kerana saman-saman itu tidak pernah dibawa ke Mahkamah. Kedua kerana yang dikatakan saman itu sebenarnya bukan saman tetapi notis sahaja.

Saman Ekor yang dikatakan saman ini sebenarnya bukan saman tetapi sekadar notis kepada pemilik kenderaan meminta maklumat pemandu yang dikatakan memandu melebihi hadlaju. Notis ini juga disertakan tawaran kompaun jika pemilik kenderaan mengaku melakukan kesalahan. Ia dikeluarkan di bawah Seksyen 115 Akta Pengangkutan Jalan 1987atau dikenalai dengan Notis Pol 170A. Jika pemilik tidak mengaku kesalahan maka kompaun tidak perlu dibayar kerana kompaun itu hanyalah tawaran. Jika pemilik tidak membayar kompaun sepatutnya pemilik disaman supaya hadir ke Mahkamah bagi menjawap tuduhan memandu melebihi hadlaju. Kemudian proses mahkamah yang dijelaskan sebelum ini akan berlaku. Maka saman itu akan selesai dan tidak tertunggak. Masalah timbul apabila pihak berkuasa terus menghukum pemilik supaya membayar kompaun sedangkan kesalahan tidak dibuktikan. Kompaun bukan denda tetapi tawaran. Dendan hanya boleh dikeluarkan dan diarahkan oleh Mahkamah. Bukan Polis dan bukan JPJ. Inilah penyalahgunaan kuasa dan peraturan oleh pihak berkuasa. Mereka bertindak melebihi kuasa yang diberikan. Mereka bertindak sebagai penghukum sedangkan tugas itu hanya ada pada Mahkamah.

Justeru kepada semua rakyat Malaysia, ketahui hak anda, jangan mudah terpedaya dengan tawaran dan penindasan. Gunakan hak anda... TIADA SIAPA BOLEH MEMAKSA ANDA MEMBAYAR SESUATU YANG ANDA TIDAK LAKUKAN. Anda Mampu Mengubahnya.

Bagaimana JPJ boleh menhalang pembaharuan cukai jalan?

1) Seksyen 17(1)(d) Akta Pengangkutan Jalan 1987 (Pindaan) 2010

JPJ berkuasa menghalang seseorang melakukan apa-apa transaksi termasuk perbaharui cukai jalan tetapi setelah JPJ BERPUASHATI bahawa seseorang ada perkara yang belum selesai dengan JPJ dan Polis.

Bagaimana JPJ hendak BERPUASHATI?

2) Seksyen 17(2) Akta Pengangkutan Jalan 1987 (Pindaan) 2010

JPJ hendaklah memberikan peluang kepada seseorang membuat representasi. Ini bermaksud JPJ hendaklah menjalankan siasatan adakah seseorang itu ada perkara yang belum selesai. Maka semua pihak perlu hadir iaitu pemilik kenderaan, JPJ dan Polis yang mengeluarkan saman. Perlu disiasat adakah saman yang dikatakan ada kepada seseorang itu betul atau tidak. Sudah dibuktikan di mahakamh atau tidak. Jika tidak maka JPJ tidak boleh menyenarai hitam. Inilah maksud BERPUASHATI

3) Seksyen 17(5) Akta Pengangkutan Jalan 1987 (Pindaan) 2010

Jika dihalang daripada perbaharui cukai jalan maka Pengarah JPJ hendaklah maklumkan kepada Ketua Pengarah pengangkutan, di mana Ketua Pengarah hendaklah maklumkan secara bertulis dalam tempoh 14 hari kepada pemilik kenderaan tentang alasan halangan dibuat ke atas pemilik. Adakah notis ini pernah dikeluarkan kepada pemilik?

Jika anda dihalang daripada perbaharui cukai jalan tanpa alasan yang sah anda boleh:

a) Minta alasan bertulis daripada JPJ kenapa anda dihalang.

b) Minta JPJ perbaharui cukai jalan dengan segera jika alasan bertulis itu tidak munasabah dan tidak betul.

c) Jika JPJ enggan mematuhi permintaan anda, anda boleh menyaman/menuntut di Mahkamah untuk gantirugi kehilangan penggunaan kenderaan anda dan kesusahan anda kerana tidak boleh menggunakan kenderaan.

Zulhazmi Shariff ialah Penasihat Undang-Undang Kempen Anti Saman Ekor (KASE)



Nota : Wak ada juga saman yang belum berbayar...kereta pun wak dah tak ada tapi masih terima surat tawaran kompaun tuh..apa ke hal wei..Wak pakai kereta adik dan kena saman ekor bawa laju lebih had 14km dari 80km..Mulanya Wak tak nak bayar tapi atas desakan isteri kerana takut dengan ugutan POLIS dan JPJ kereta dan penama akan disenarai hitam tak boleh perbaharui cukai jalan..dengan berat hati bayar juga dengan doa moga-moga duit saman yang dipaksa bayar ini akan menterbalikkan keberkatannya dengan menganti kerajaan yang lebih berpaksi kepada agama yang syumul,menghargai kesejahteraan rakyat lebih dari segalanya.

Share It

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...