Ilmu dan Amal

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika  tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak  menyampaikan amanat-Nya. 
Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.  QS.Al-Maaidah [5] : 67
Sabda Baginda Rasulullah SAW, "Sampaikanlah dariku,  walaupun hanya satu ayat."
Petikan Minda :
Miskin harta tidak mengapa,
tapi jangan miskin idea dan jiwa.
Miskin idea buntu di dalam kehidupan.

Miskin jiwa mudah kecewa dan derita

akhirnya putus asa yang sangat berdosa.

ASSALLAMUALAIKUM W.B.T

Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Monday, April 29, 2013

APA ITU ISTIDRAJ?

APA ITU ISTIDRAJ?


Ianya adalah pemberian nikmat Allah kepada manusia yang mana pemberian itu tidak diredhaiNya.

Inilah yang dinamakan istidraj.

Rasullulah s.a.w. bersabda : "Apabila kamu melihat bahawa Allah Taala memberikan nikmat kepada hambanya yang selalu membuat maksiat (durhaka), ketahuilah bahawa orang itu telah diistidrajkan oleh Allah SWT."
(Diriwayatkan oleh At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Tetapi, manusia yang durhaka dan sering berbuat maksiat yang terkeliru dengan pemikirannya merasakan bahawa nikmat yang telah datang kepadanya adalah kerana Allah berserta dan kasih dengan perbuatan maksiat mereka.

Masih ada juga orang ragu-ragu, kerana kalau kita hendak dapat kebahagian di dunia dan akhirat kita mesti ikut jejak langkah Rasullulah saw dan berpegang teguh pada agama Islam.

Tetapi bagaimana dengan ada orang yang sembahyang 5 waktu sehari semalam, bangun tengah malam bertahajjud, puasa bukan di bulan Ramadhan sahaja, bahkan Isnin, Khamis dan puasa sunat yang lain.

Tapi, hidup mereka biasa sahaja.

Ada yang susah juga. Kenapa?

Dan bagaimana pula orang yang seumur hidup tak sembahyang, puasa pun tak pernah, rumahnya tersergam indah, kereta mewah menjalar, duit banyak, dia boleh hidup kaya dan mewah.

Bila kita tanya, apa kamu tak takut mati? Katanya, alah, orang lain pun mati juga, kalau masuk neraka, ramai-ramai. Tak kisahlah!

Sombongnya mereka, takburnya mereka.

Rasullulah s.a.w. naik ke langit bertemu Allah pun tak sombong.

Nabi Sulaiman, sebesar-besar pangkatnya sehinggakan semua makhluk di muka bumi tunduk di bawah perintahnya pun tak sombong!

Secantik-cantik Nabi Yusof dan semerdu suara Nabi Daud, mereka tak sombong.

Bila sampai masa dan ketikanya, mereka tunduk dan sujud menyembah Allah.

Manusia istidraj - Manusia yang lupa daratan.

Walaupun berbuat maksiat, dia merasa Allah menyayanginya.

Mereka memandang hina kepada orang yang beramal.

"Dia tu siang malam ke masjid, basikal pun tak mampu beli, sedangkan aku ke kelab malam pun dengan kereta mewah.

Tak payah beribadat pun, rezeki datang mencurah-curah.

Kalau dia tu sikit ibadat tentu boleh kaya macam aku, katanya sombong."

Sebenarnya, kadang-kadang Allah memberikan nikmat yang banyak dengan tujuan untuk menghancurkannya.

Rasullulah s.a.w bersabda: "Apabila Allah menghendaki untuk membinasakan semut, Allah terbangkan semua itu dengan dua sayapnya" (Kitab Nasaibul'Ibad)

Anai-anai, jika tidak bersayap, maka dia akan duduk diam di bawah batu atau merayap di celah-celah daun, tetapi jika Allah hendak membinasakannya, Allah berikan dia sayap.

Lalu, bila sudah bersayap, anai-anai pun menjadi kelkatu.

Kelkatu, bila mendapat nikmat(sayap), dia akan cuba melawan api.

Begitu juga manusia, bila mendapat nikmat, cuba hendak melawan Allah swt.

Buktinya, Firaun. Nikmatnya tak terkira, tidak pernah sakit, bersin pun tidak pernah kerana Allah berikannya nikmat kesihatan.

Orang lain selalu sakit, tapi Firaun tidak, orang lain mati, namun dia masih belum mati-mati juga, sampai rasa angkuh dan besar diri lantas mengaku dirinya tuhan.

Tapi dengan nikmat itulah Allah binasakan dia.

Namrud, yang cuba membakar Nabi Ibrahim. Betapa besar pangkat Namrud?

Dia begitu sombong dengan Allah, akhirnya menemui ajalnya hanya disebabkan seekor nyamuk masuk ke dalam lubang hidungnya.

Tidak ada manusia hari ini sekaya Qarun.

Anak kunci gudang hartanya sahaja kena dibawa oleh 40 ekor unta.

Akhirnya dia ditenggelamkan bersama-sama hartanya sekali akibat terlalu takbur.

Jadi kalau kita kaya,jangan sangka Allah sayang, Qarun lagi kaya, akhirnya binasa juga.

Jadi,jika kita kaji dan fikir betul-betul,maka terjawablah segala keraguan yang mengganggu fikiran kita.

Mengapa orang kafir kaya, dan orang yangi berbuat maksiat hidup senang /mewah.

Pemberian yang diberikan oleh Allah pada mereka bukanlah yang diredhaiNya.

Rupa-rupanya ianya adalah bertujuan untuk menghancurkannya.

Untuk apa hidup ini tanpa keredhaanNya?

Tetapi jangan pula ada orang kaya beribadat, masuk masjid dengan kereta mewah kita katakan itu istidraj.

Orang naik pangkat, istidraj.

Orang-orang besar, istidraj.

Jangan!

Orang yang mengunakan nikmatnya untuk kebajikan untuk mengabdi kepada Allah bukan istidraj.

Dan jangan pula kita tidak mahu kekayaan. Kalau hendak selamat, hidup kita mesti ada pegangan.

Bukan kaya yang kita cari, juga bukan miskin yang kita cari.

Tujuan hidup kita adalah mencari keredaan Allah.

Bagaimana cara untuk menentukan nikmat yang diredhai Allah?

Seseorang itu dapat menyedari hakikat yang sebenarnya tentang nikmat yang diterimanya itu ialah apabila dia bersyukur nikmatnya.

Dia akan mengunakan pemberian ke jalan kebaikan dan sentiasa redha dan ikhlas mengabdikan diri kepada Allah.

Maka segala limpah kurnia yang diperolehi itu adalah nikmat pemberian yang diredhai Allah.

Bila tujuan hidup kita untuk mencari keredhaan Allah,
niscaya selamatlah kita di dunia dan akhirat.

Wallahu a'lam

Wednesday, April 10, 2013

25 kelebihan Istighafar

✽BismillaahiRRahmaaniRRahiim✽

'' 25 DAHSYATNYA ISTIGHFAR ''

- Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.

1. Menggembirakan Allah

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. Dicintai Allah

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

3. Dosa-dosanya diampuni

Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

4. Selamat dari api neraka

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. Mendapat balasan surga

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

6. Mengecewakan syetan

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. Membuat syetan putus asa

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8. Meredam azab

Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

9. Mengusir kesedihan

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.Melapangkan kesempitan

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11.Melancarkan rizki

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12.Membersihkan hati

Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13.Mengangkat derajatnya disurga

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam

Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah

Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati

Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

17.Terhindar dari stampel kezhaliman

Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

18.Mudah mendapat anak

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

19.Mudah mendapatkan air hujan

Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).

20.Bertambah kekuatannya

Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).

21.Bertambah kesejahteraanya

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

22.Menjadi orang-orang yang beruntung

Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

23.Keburukannya diganti dengan kebaikan

Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

24.Bercitra sebagai orang mukmin

Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

25.Berkeperibadian sebagai orang bijak

Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

❥ Semoga BERMANFAAT.(◡‿◡✿)

✽¸.•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸.•♥•.¸✽
✽BismillaahiRRahmaaniRRahiim✽
'' 25 DAHSYATNYA ISTIGHFAR ''
- Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.

1. Menggembirakan Allah

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. Dicintai Allah

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

3. Dosa-dosanya diampuni

Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

4. Selamat dari api neraka

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. Mendapat balasan surga

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

6. Mengecewakan syetan

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. Membuat syetan putus asa

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8. Meredam azab

Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

9. Mengusir kesedihan

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.Melapangkan kesempitan

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11.Melancarkan rizki

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12.Membersihkan hati

Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13.Mengangkat derajatnya disurga

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam

Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah

Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati

Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

17.Terhindar dari stampel kezhaliman

Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

18.Mudah mendapat anak

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

19.Mudah mendapatkan air hujan

Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).

20.Bertambah kekuatannya

Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).

21.Bertambah kesejahteraanya

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

22.Menjadi orang-orang yang beruntung

Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

23.Keburukannya diganti dengan kebaikan

Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

24.Bercitra sebagai orang mukmin

Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

25.Berkeperibadian sebagai orang bijak

Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

❥ Semoga BERMANFAAT.(◡‿◡✿)

1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).
2. Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).
4. Selamat dari api neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).
6. Mengecewakan syetan
Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
7. Membuat syetan putus asa
Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).
8. Meredam azab
Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).
9. Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10.Melapangkan kesempitan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
11.Melancarkan rizki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
12.Membersihkan hati
Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
13.Mengangkat derajatnya disurga
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).
14.Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15.Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).
17.Terhindar dari stampel kezhaliman
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).
18.Mudah mendapat anak
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
19.Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).
20.Bertambah kekuatannya
Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).
21.Bertambah kesejahteraanya
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22.Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).
23.Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).
24.Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).
25.Berkeperibadian sebagai orang bijak
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).
❥ Semoga BERMANFAAT.(◡‿◡✿)

Friday, July 13, 2012


Selamatkah kita daripada siksa kubur?

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum

Marilah kita sama-sama memuji dan memuja Allah SWT yang mencurahkan limpah kurniaNya dan kenikmatan yang begitu banyak sehingga kita tak mampu menghitungnya.

Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad saw serta keluarga dan para sahabat yang mulia dan orang-orang yang istiqamah mengikuti Baginda.

Di bawah ini saya menyalin sebuah kisah seperti di bawah (rasanya ramai dah baca kisah ini) yang bila membacanya diharapkan kita semua sentiasa muhasabah diri.

Sumber Gambar : Sila Klik untuk kisah di sana jika dirasakan perlu
Dikisahkan bahawa sewaktu Fatimah r.a. meninggal dunia maka jenazahnya telah diusung oleh 4 orang, iaitu:

1. 'Ali bin Abi Talib (suami Fatimah r.a)
2. Hasan (anak Fatimah r.a)
3. Husin (anak Fatimah r.a)
4. Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a

Sewaktu jenazah Fatimah r.a diletakkan di tepi kubur maka Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a berkata kepada kubur, "Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami bawakan kepada kamu ? Jenazah yang kami bawa ini adalah Siti Fatimah az-Zahra, anak Rasulullah s.a.w."

Maka berkata kubur, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berdarjat atau orang yang bernasab, adapun aku adalah tempat amal soleh, orang yang banyak amalnya maka dia akan selamat daripadaku, tetapi kalau orang itu tidak beramal soleh maka dia tidak akan terlepas daripada aku (akan aku layan dia dengan seburuk-buruknya)."

Abu Laits as-Samarqandi berkata kalau seseorang itu hendak selamat daripada siksa kubur hendaklah melazimkan empat perkara semuanya:
1. Menjaga solatnya
2. Bersedekah
3. Membaca al-Quran
4. Memperbanyakkan membaca tasbih kerana dengan memperbanyakkan membaca tasbih, ia akan dapat menyinari kubur dan melapangkannya.

Empat perkara yang harus dijauhi ialah:

1. Berdusta
2. Mengkhianat
3. Mengadu-domba
4. Kencing sambil berdiri

Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud, "Bersucilah kamu semua daripada kencing, kerana sesungguhnya kebanyakan siksa kubur itu berpunca daripada kencing." 


Seseorang itu tidak dijamin akan terlepas daripada segala macam siksaan dalam kubur, walaupun dia seorang alim ulama' atau seorang anak yang bapanya sangat dekat dengan Allah s.w.t.. Kubur juga tidak memandang adakah orang itu orang miskin atau orang kaya, berkedudukan tinggi atau sebaliknya. Ketahuilah bahawa kubur akan melayan seseorang itu mengikut amal soleh yang telah dilakukan sewaktu hidupnya di dunia ini.

Jangan sekali-kali kita berfikir bahawa kita akan dapat menjawab setiap soalan yang dikemukakan oleh dua malaikat Munkar dan Nakir dengan cara kita menghafal. Pada hari ini kalau kita berkata kepada saudara kita yang jahil takutlah kamu kepada Allah s.w.t. dan takutlah kamu kepada soalan yang akan dikemukakan ke atas kamu oleh malaikat kedua-dua malaikat tersebut, maka mereka mungkin akan menjawab, "Ah mudah sahaja, aku boleh menghafal untuk menjawabnya."


Itu adalah kata-kata orang yang tidak berfikiran. Seseorang itu tidak akan dapat menjawab setiap soalan di alam kubur jikalau dia tidak beramal dan meninggalkan larangan seperti yang dinyatakan. Ini kerana amalnya sendiri yang akan menjawabnya. Jika dia rajin membaca al-Quran, maka al-Quran itu akan membelanya dan begitu juga seterusnya.

Paparan nasyid di bawah ini mungkin boleh meningkatkan rasa takut kita kepada kematian dan seterusnya kita memperbaiki amalan kita..



Mudah-mudahan kita dapat berusaha bersungguh-sungguh serta sentiasa memohon pertolongan Allah bagi setiap perkara yang akan kita lakukan.. semoga kita diringankan azab kubur.. amiin 

Monday, July 9, 2012

Ciri-ciri orang Munafik


Kesemua 29 ayat al-Qur'an yang membawa perkataan munafik adalah:

3:167. Dan supaya Dia mengetahui orang-orang munafik apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah berperang di jalan Allah, atau menangkislah." Mereka berkata, "Sekiranya kami mengetahui bagaimana hendak berperang, tentu kami mengikuti kamu." Mereka pada hari itu adalah lebih dekat dengan ketidakpercayaan (kekafiran) daripada keimanan mereka, dengan mengatakan dengan mulut mereka apa yang tidak ada di dalam hati mereka; dan Allah sangat mengetahui apa yang mereka menyembunyikan.
(kata dengan mulut yang tiada di dalam hati)
4:61. Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kepada apa yang Allah menurunkan, dan rasul", kemudian kamu melihat orang-orang munafik menghalangi kamu dengan penghalangan yang keras.
(menghalangi al-Qur’an dengan keras)
4:88. Mengapakah kamu, bahawa kamu berdua golongan mengenai orang-orang munafik, dan Allah menggulingkan mereka kerana apa yang mereka mengusahakan? Apa, adakah kamu menghendaki untuk memberi petunjuk kepada orang yang Allah menyesatkan? Sesiapa yang Allah menyesatkan, kamu tidak akan mendapati baginya suatu jalan.
4:138. Berilah berita gembira kepada orang-orang munafik bahawa bagi mereka azab yang pedih.
(berita gembira kepada orang munafik)
4:140. Dia menurunkan kepada kamu di dalam Kitab, "Apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah dinafikan, dan diperolok-olokkan, janganlah duduk bersama mereka sehingga mereka terjun pada hadis (pembicaraan) yang lain; jika tidak, kamu adalah serupa dengan mereka." Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik, dan orang-orang yang tidak percaya, kesemuanya di dalam Jahanam.
(menafi dan memperolok-olokkan ayat-ayat Allah)
4:142. Orang-orang munafik hendak menipu Allah, tetapi Allah, Dia yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk solat, mereka berdiri dengan malas, menunjuk-nunjuk kepada manusia, dan tidak mengingat Allah, kecuali sedikit.
(menipu Allah tanpa disedari; malas untuk bersolat)
4:145. Sesungguhnya orang-orang munafik berada di dalam bahagian yang paling bawah di Api, dan kamu tidak mendapati bagi mereka sebarang penolong.
(kediaman mereka di akhirat)
8:49. Apabila orang-orang munafik, dan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, berkata, "Agama mereka telah menipu mereka"; tetapi sesiapa mempercayakan (tawakal) kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Perkasa, Bijaksana.
9:64. Orang-orang munafik takut jika sebuah surah diturunkan terhadap mereka, yang memberitahu kamu apa yang di dalam hati mereka. Katakanlah, "Berolok-oloklah kamu; sesungguhnya Allah akan mengeluarkan apa yang kamu takuti."
(takut al-Qur'an ada menceritakan mengenai mereka)
9:67. Orang-orang munafik lelaki dan orang-orang munafik perempuan adalah sama satu sama lain; mereka menyuruh pada kemungkaran dan melarang daripada yang baik, dan mereka menggenggamkan tangan-tangan mereka; mereka melupakan Allah, dan Dia melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik, mereka adalah orang-orang fasiq (tidak mempedulikan perintah Tuhan).
9:68. Allah menjanjikan orang-orang munafik lelaki, dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang yang tidak percaya, dengan api Jahanam, di dalamnya tinggal selama-lamanya. Cukuplah itu bagi mereka; Allah melaknatkan mereka, dan bagi mereka, azab yang kekal.
9:73. Wahai Nabi, berjuanglah terhadap orang-orang yang tidak percaya, dan orang-orang munafik, dan bersikapkeraslah terhadap mereka; tempat menginap mereka ialah Jahanam - satu kepulangan yang buruk!
9:77. Maka akibatnya, Dia meletakkan kemunafikan di dalam hati mereka hingga hari mereka menemui-Nya, kerana mereka memungkiri Allah pada apa yang mereka menjanjikan kepada-Nya, dan kerana merekalah pendusta-pendusta.
(diletakkan kemunafikan ke dalam hati orang yang berjanji untuk bersedekah tetapi tidak melakukannya setelah Allah memberi kepada mereka; sila rujuk 9:75-76)
9:97. Orang-orang Arab lebih sangat dalam ketidakpercayaan dan kemunafikan, dan lebih wajar untuk tidak mengetahui had-had (hudud) yang Allah menurunkan kepada rasul-Nya; dan Allah Mengetahui, Bijaksana.
(orang Arab)
9:101. Dan antara orang-orang Arab yang di sekeliling kamu, mereka adalah orang-orang munafik; dan sebahagian daripada penduduk Kota menjadi berani dalamkemunafikan. Kamu tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahui mereka, dan Kami akan mengazab mereka dua kali, kemudian mereka dikembalikan kepada azab yang besar.
29:11. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang percaya, dan Dia mengetahui orang-orang munafik.
33:1. Wahai Nabi, takutilah Allah, dan janganlah mentaati orang-orang yang tidak percaya, dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Mengetahui, Bijaksana.
33:12. Dan apabila orang-orang munafik, dan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit berkata, "Allah dan rasul-Nya menjanjikan kami hanya tipuan."
33:24. Supaya Allah membalas orang-orang yang benar kerana kebenaran mereka, dan mengazab orang-orang munafik, jika Dia mengkehendaki, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Pengampun, Pengasih.
33:48. Dan janganlah mentaati orang-orang yang tidak percaya (kafir), dan orang-orang munafik, dan janganlah mempedulikan gangguan mereka, dan kamu percayakanlah kepada Allah; cukuplah Allah sebagai wakil.
33:60. Sungguh, jika orang-orang munafik tidak berhenti, dan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, dan mereka yang membuat kegemparan di kota, pasti Kami akan mendesak kamu untuk menyerang mereka, kemudian tidaklah mereka menjadi jiran kamu di situ, kecuali sedikit.
33:73. Supaya Allah mengazab orang-orang munafik lelaki dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang lelaki yang menyekutukan dan orang-orang perempuan yang menyekutukan; dan supaya Allah menerima taubat orang-orang mukmin lelaki, dan orang-orang mukmin perempuan. Allah adalah Pengampun, Pengasih.
48:6. Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik lelaki dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang lelaki yang menyekutukan dan orang-orang perempuan yang menyekutukan, dan orang-orang yang bersangkaan dengan sangkaan buruk terhadap Allah; terhadap merekalah giliran yang buruk. Allah murka pada mereka, dan melaknatkan mereka, dan menyediakan untuk mereka Jahanam - satu kepulangan yang buruk!
57:13. Pada hari apabila orang-orang munafik lelaki, dan orang-orang munafik perempuan, berkata kepada orang-orang yang percaya, "Tunggulah kami, supaya kami dapat meminjam cahaya kamu!" Dikatakan, "Kembalilah kamu ke belakang, dan carilah cahaya!" Dan sebuah dinding diadakan di antara mereka, yang mempunyai sebuah pintu, di dalamnya pengasihan, dan bertentangan dengan yang di luar di mana terdapat azab.
(di akhirat)
59:11. Tidakkah kamu merenungkan orang-orang munafik, yang berkata kepada saudara-saudara mereka daripada ahli Kitab yang tidak percaya, “Jika kamu diusir, kami akan keluar bersama kamu, dan untuk kamu, kami tidak akan mentaati sesiapa pun selama-lamanya. Jika kamu diperangi, kami akan menolong kamu.” Dan Allah mempersaksikan bahawa mereka adalah benar-benar pendusta-pendusta.
63:1. Apabila orang-orang munafik datang kepada kamu, mereka berkata, “Kami mempersaksikan bahawa kamu benar-benar rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahawa kamu adalah benar-benar rasul-Nya, dan Allah mempersaksikan bahawa orang-orang munafik adalah benar-benar pendusta-pendusta.
(kesaksian orang munafik)
63:7. Merekalah orang-orang yang berkata, “Janganlah kamu menafkahkan kepada mereka yang dengan rasul Allah, sehingga mereka bersurai”; namun begitu, kepunyaan Allah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik tidak memahami.
63:8. Mereka berkata, “Jika kita kembali ke Kota, orang-orang yang perkasa daripadanya akan mengusir orang-orang yang lebih hina”; namun begitu, kemuliaan adalah bagi Allah, dan bagi rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya.
66:9. Wahai Nabi, berjuanglah terhadap orang-orang yang tidak percaya dan orang-orang munafik, dan bersikapkeraslah terhadap mereka; tempat menginap mereka ialah Jahanam - satu kepulangan yang buruk!


CIRI CIRI ORANG MUNAFIK

Iman tidak tetap dan tidak teguh..imannya berubah ubah mengikut keadaan,sangat mudah terikut ikut dengan dan terpengaruh 
                                                 dengan persekitaran.Hidup umpama lalang.

Tindakan sentiasa berubah...seumpama pelakun hebat, didalam tempat beribadah dia akan mengikut orang beribadah,apabila
                                          tidak dilihat orang dia mengikut kata hatinya yang sebenarnya menolak kebaikkan.

Tidak tetap kata kata....didepan orang mukmin,mengaku beriman dan memuji islam,di belakang pula dia mengutuk islam.

Mengharap kebaikannya sentiasa dibalas oleh orang lain..mengharap kebaikkan yang di buatnya mendapat balasan seperti
                                    wang ringgit atau pangkat mahupun harta benda.

Jiwanya tidak tenteram...sentiasa resah kerana terpaksa bersikap pura pura dihadapan orang ramai.Resah kerana tidak dapat 
                                    mengikut kata hatinya yang menolak kebenaran.

Dunia adalah matlamat hidup dan tujuan utama.Cintanya pada kebendaan,pada kedunian melebihi cintanya pada ALLAH SWT

Semoga kita tidak tergolong dalam ciri ciri orang yang munafik .Didiklah jiwa untuk berkata benar di depan mahupun di belakang
manusia kerana dalam situasi apapun ALLAH sentiasa ada .Bersama mencari redha ALLAH.INSYAALLAH   



sumber*


Berita berkaitan 

Sunday, July 1, 2012

Kekuasaan Allah,patung kuffar disambar petir..



Pihak Kufar Cuba Membina Patung Yang Seolah sedang berdoa. ke langit

Allah Hu Akhbar, Bukti Kekuasaan Allah.... Pihak kuffar membina patung yang seolah olah berdoa , akhirnya patung tersebut terbakar kena petir...itulah kekuasaan Allah....adakah kamu berfikir...



Kelihatan Patung ciptaan manusia terbakar selepas terkena panahan petir


                               Kelihatan Patung ciptaan manusia terbakar selepas terkena panahan petir 




صباح الخير .. حيا الله الطيبي 



Sculpture 'King of Kings' iaitu patung besar Jesus Christ ini didirikan di perkarangan Solid Rock Church di Monroe , Ohio , US . Ia setinggi 19 meter dan 12 meter lebar dengan aksi 'Jesus' mendepangkan tangan seolah2 berdoa ke langit. Penghuni Monroe amat memegahkan patung ini dan menamakannya 'Touchdown Jesus'. patung ini diperbuat dari plastik dan getah fiber.



Pada 15/06/2010, patung ini dipanah petir dan kilat lalu hangus terbakar.



Begitulah kekuasaan yang ditunjukkan oleh Allah SWT bilamana manusia lupa siapa pencipta sebenarnya.


Semoga kita sentiasa dilindungi oleh Allah SWT sepanjang masa, insya-Allah.




*~*{ 
لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين }*~*

*~*{ 
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك أللهم وأتوب إليك }*~* 
Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyin (yang hanya menyembah Allah Taala – dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi Kitab Allah 

Saturday, June 23, 2012

Siapakah golongan kiri?



Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum.

Segala puji adalah milik Allah SWT yang mentadbir seluruh alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad, keluarga serta para sahabat dan sekelian yang istiqamah menjadi pengikut baginda hingga ke hari kiamat.

Firman Allah SWT dalam surah al-Balad ayat 17 hingga ayat 20:

A017


Kemudian  tidak  menjadi dari orang-orang yang beriman dan berpesan-pesan dengan sabar serta berpesan-pesan dengan kasih sayang.(Al-Balad 90:17)


A018


(Ketahuilah! Bahawa orang-orang yang beriman serta berusaha mengerjakan amal-amal yang tinggi darjatnya di sisi Tuhan), merekalah golongan pihak kanan (yang akan beroleh Syurga).(Al-Balad 90:18)


A019


Dan (sebaliknya) orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Kami, merekalah golongan pihak kiri. - (Al-Balad 90:19)

A020

Mereka ditimpakan (azab seksa) neraka yang ditutup rapat (supaya kuat bakarannya).(Al-Balad 90:20)

Perilaku golongan pilihan digambarkan oleh Allah SWT amat berbeza dengan perilaku golongan yang ingkar terhadap perintah Allah SWT.

Ayat-ayat di atas memberikan isyarat bahawa amal-amal soleh tidak bernilai di sisi Allah kecuali didahului dengan iman. Ini kerana Allah telah berfirman yang maksudnya :  

Kemudian  tidak  menjadi dari orang-orang yang beriman dan berpesan-pesan dengan sabar serta berpesan-pesan dengan kasih sayang.(Al-Balad 90:17).

Ini membuktikan amalan yang dilakukan oleh orang-orang kafir itu menjadi sia-sia dan tidak dikira di akhirat. Untuk memahami siapakah yang tergolong dalam kategori orang-orang kafir boleh baca di sini.

Saidina Umar Abdul Khattab ra pernah melihat dengan perasaan sedih tindakan seorang rahib yang hidup dengan serba sederhana. Apabila Umar ditanya kenapa beliau sedih? Beliau menjawab rahib itu sebenarnya menyiksa diri sendiri tanpa beroleh ganjaran baik di akhirat.

Sifat golongan yang mendapat pujian Allah SWT pula dalah berkat kesabaran menghadapi segala ujian daripada Allah SWT atau mehnah daripada makhluk. Ujian yang merupakan kesenangan, kepayahan, nafsu syahwat dan sebagainya.

Kemudian golongan yang dipuji ini menghargai kasih sayang. Mereka berpesan-pesan dengan penuh kasih sayang. Dengan itu semua amalan mereka membawa kepada beroleh rahmat Allah SWT.

Kasih sayang dengan Allah atau hubbullah ialah berusaha untuk menunaikan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan; berusaha gigih untuk mencintai apa yang Allah cinta dan membenci apa yang Allah benci.

Manakala berkasih sayang dengan sesama makhluk pula ialah menjaga hubungan dengan saling menghargai, mengasihani dan sebagainya terhadap manusia, haiwan dan alam sekitar.

Kita diberitahu bahawa ada wanita yang yang dimasukkan ke dalam neraka akibat mengurung seekor kucing tanpa memberikannya makanan sedangkan wanita ini seorang Islam.. Terlalu banyak kisah kasih sayang yang kita pernah dengar menunjukkan betapa pentingnya berkasih sayang.

Dalam ayat seterusnya yang bermaksud : 

(Ketahuilah! Bahawa orang-orang yang beriman serta berusaha mengerjakan amal-amal yang tinggi darjatnya di sisi Tuhan), merekalah golongan pihak kanan (yang akan beroleh Syurga).(Al-Balad 90:18)Dan (sebaliknya) orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Kami, merekalah golongan pihak kiri. - (Al-Balad 90:19)Mereka ditimpakan (azab seksa) neraka yang ditutup rapat (supaya kuat bakarannya).(Al-Balad 90:20)

"Kanan" di sini dirujuk kepada ketinggian dan keberadaannya di sebelah arasy Allah SWT. Tempat tertinggi yang akan diperoleh manusia sebagai penghormatan kerana ketaatannya kepada perintah Allah semasa berada di dunia.

"Kiri" merujuk kepada neraka. Biasanya manusia merujuk makna kanan sebagai kebahagiaan, keberuntungan dan perkara yang baik. Manakala kiri merujuk kepada perkara yang kurang baik.

Disebabkan degil melaksanakan perintah Allah SWT golongan kiri selayaknya mendapat hukuman yang tepat seperti yang dinyatakan bahawa mereka tertutup rapat dalam api tanpa boleh diperdebatkan lagi.

Wallahua'lam.

Semoga kita dijauhi daripada menjadi golongan kiri. Wal'iyazubillah..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...